Rosi, Fathur (2025) Studi komparatif pemikiran Nahdlotul 'Ulama dan Muhammadiyah tentang aborsi janin hasil pemerkosaan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Fathur Rosi_C95217035.pdf
Download (4MB)
Fathur Rosi_C95217035_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 August 2029.
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Nahdlotul 'Ulama dan Muhammadiyah tentang aborsi janin hasil pemerkosaan. Dalam penulisan skripsi ini penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: pertama, apakah pendapat Nahdlotul 'Ulama dan Muhammadiyah tentang aborsi janin hasil pemerkosaan. Kedua, bagaimana metode yang digunakan Nahdlotul 'Ulama dan Muhammadiyah dalam mengisbatkan hukum mengenai aborsi janin hasil pemerkosaan serta dalilnya. Ketiga, bagaimana analisi muqoronah terhadap Nahdlotul 'Ulama dan Muhammadiyah mengenai hukum aborsi janin hasil pemerkosaan . Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif hukum Islam dengan menggunakan metode library research yaitu dengan mengambil dan membaca serta menelaah literatur-literatur yangberhubungan dengan penelitian ini. Dengan sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum tersier.Seluruh buku-buku, kamus bahasa Arab dan Al-Qur’an yang berkaitan dengan sumber hukum tersebut, penulis telaah baik dari Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyah untuk menyelesaikan persoalan ini. Penulis berusaha memaparkan perbandingan fatwa dua lembaga berpengaruh yaitu Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyyah yang menpunyai pendapat berbeda tentang Aborsi Janin Hasil Pemerkosaan, Studi Komparatif Antara Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyah. Menurut fatwa Nahdlatul Ulama’, berpendapat bahwa pengguguran kandungan yang belum berusia empat bulan dapat dibolehkan dengan alasan pada usia tersebut janin belum mempunyai nyawa. Dengan didasari oleh hadis Jabir r.a. secara umum. Manakala menurut fatwa Muhammadiyah, berpendapat hukum aborsi adalah haram dan pelakunya berdosa karena penciptaan janin berlangsung pertahap, oleh karena itu janin dalam semua perkembangannya tidak boleh digugurkan. Ini berdasarkan hadits diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud berkaitan menyatukan janin dalam perut ibu secara umum. Kesimpulan dari keputusan hukum kedua lembaga yaitu Mazhab Maliki yang lebih cocokdan sesuai diterapkan di keadaan saat ini, di mana pergaulan bebas dan hubungan seks di luar nikah semakin marak perlu dibatasai dan lebih ketat untuk meminimalisir peluang-peluang tindakan aborsi. Saran untuk masyarakat bahwa, Setiap manusia harus menyadari bahwa Hak Asasi Manusia merupakan hak yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun, meskipun itu oleh orang tuanya sendiri. Pentingnya perhatian dan pengawasan yang ketat oleh pemerintah terhadap kasus aborsi, perlunya pendidikan dan pemahaman agama yang baik dari orang tua, sekolah dan lingkungan untuk para remaja agar tidak terjumus dalam perbuatan yang memaksa untuk melakukan aborsi. Kita bisa memulai dari diri kita sendiri untuk bisa menghargai hak asasi orang lain. Misalnya, dengan tidak mengganggu hak orang lain, terutama anak – anak
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nahdlatul Ulama'; Muhammadiyah; aborsi; pemerkosaan | ||||||||
| Subjects: | Aborsi Aborsi |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab | ||||||||
| Depositing User: | Fathur Rosi | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:17 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:17 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/79346 |
