Zakaria, Sulthon Moch (2026) Kebijakan vasektomi dalam pandangan hadis: pemaknaan hadis memperbanyak keturunan perspektif teori maslahah mursalah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Moch Sulthon Zakaria_02040624012 OK.pdf
Download (4MB)
Moch Sulthon Zakaria_02040624012 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 October 2029.
Download (4MB)
Abstract
Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang menimbulkan perdebatan dalam diskursus hukum Islam, khususnya ketika dihadapkan dengan hadis Nabi Muhammad yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak keturunan. Hadis “تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ” secara tekstual menunjukkan dorongan kuat untuk memiliki keturunan sebagai bagian dari tujuan pernikahan dalam Islam. Namun, realitas sosial kontemporer memperlihatkan adanya praktik vasektomi yang didasarkan pada pertimbangan kesehatan, ekonomi, dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya pemaknaan hadis yang tidak hanya berhenti pada aspek lafaz, tetapi juga memperhatikan tujuan syariat melalui pendekatan ma‘ān al-ḥadīṡ dan teori maṣlaḥah mursalah. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis dan memaknai hadis anjuran memperbanyak keturunan dengan pendekatan ma‘ān al-ḥadīṡ; menganalisis praktik vasektomi dalam perspektif maṣlaḥah mursalah; serta, mensintesiskan pandangan hadis memperbanyak keturunan dengan pendekatan maṣlaḥah mursalah dalam menilai hukum vasektomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), menggunakan pendekatan normatif dan filosofis. Data diperoleh dari sumber-sumber primer berupa kitab hadis, kitab syarah hadis, dan literatur uṣūl fiqh, serta sumber sekunder berupa karya ulama kontemporer dan kajian akademik terkait kontrasepsi dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis anjuran memperbanyak keturunan tidak dipahami sebagai perintah mutlak yang menafikan pertimbangan kondisi individu dan sosial, melainkan sebagai dorongan normatif untuk menjaga keberlangsungan umat. Dalam perspektif maṣlaḥah mursalah, vasektomi dapat dinilai berdasarkan penimbangan antara kemaslahatan dan kemafsadatan yang ditimbulkannya. Apabila praktik vasektomi dilakukan atas dasar kebutuhan mendesak, seperti alasan kesehatan yang kuat dan tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat, maka pendekatan maṣlaḥah mursalah dapat menjadi landasan pertimbangan hukum. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis memperbanyak keturunan dan teori maṣlaḥah mursalah tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan, melainkan dapat disintesiskan melalui pemahaman kontekstual yang berorientasi pada kemaslahatan umat
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Vasektomi; Hadis Memperbanyak Keturunan; Maṣlaḥah Mursalah; Hukum Islam | ||||||||||||
| Subjects: | Anak Masalah sosial Hadis |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Moch Sulthon Zakaria | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 03:40 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 03:40 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86164 |
