Al Afzein, M. Sultan Zabarzat (2026) Cyberbullying dalam media soial: sarkasme pada disabilitas dalam perspektif hadis riwayat Sunan Abū Dāwūd 4875. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
M. Sultan Zabarzat Al Afzein_07040522082 OK.pdf
Download (7MB)
M. Sultan Zabarzat Al Afzein_07040522082 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 September 2029.
Download (7MB)
Abstract
Media sosial berfungsi sebagai ruang interaksi kontemporer yang memberikan peluang individu, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengekspresikan diri secara luas. Dalam praktiknya, ruang digital turut memunculkan persoalan berupa intensitas cyberbullying yang diekspresikan melalui sarkasme, ejekan terhadap kondisi fisik, serta bentuk stigmatisasi yang sering dikonstruksikan sebagai humor. Kondisi ini menggambarkan keberlanjutan kekerasan simbolik teradap penyandang disabilitas yang hadir dalam pola komunikasi nonverbal di media sosial. Penelitian ini diarahkan untuk (1) mengkaji kualitas dan kehujjahan hadis tentang larangan menghina sesame dalam riwayat Sunan Abū Dāwūd nomor 4875, (2) menafsirkan kandungan hadis tersebut melalui perspektif fiqh al-hadis, serta (3) menerapkan kontekstualisasi hadis tersebut terhadap praktik cyberbullying yang dialami penyandang disabilitas dengan menggunakan pendekatan netnografi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data primer diperoleh dari kitab hadis beserta syaraḥ hadis, dengan fokus utama pada Sunan Abū Dāwūd, sedangkan data sekunder dihimpun dari buku, artikel jurnal, serta dokumentasi konten media sosial. Proses analisis mencakup terhadap pemaknaan hadis Sunan Abū Dāwūd tentang larangan menghina, bagaimana kontekstualisasi hadis tersebut terhadap fenomena cyberbullying, serta analisis netnografi terhadap respons warganet pada akun Tiktok milik penyandang disabilitas, yakni @elynawa21, @unirozalisna, dan bambang kurniawan02. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hadis Sunan Abū Dāwūd nomor 4875 tergolong berkualitas shahih. Kajian pemaknaan hadis menegaskan adanya larangan terhadap tindakan menghina sesama melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk ungkapan verbal, nonverbal, sindiran, dan sarkasme yang berimplikasi merendahkan martabat manusia. Hasil analisis netnografi mengungkapkan tingginya intensitas praktik cyberbullying terhadap penyandang disabilitas di media sosial yang masih marak dan sering dilegitimasi oleh budaya digital. Oleh karena itu, hadis tersebut memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etika komunikasi digital dalam Islam, khususnya dalam membangun kesadaran untuk menjaga kehormatan dan martabat penyandang disabilitas di ruang media sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Cyberbullying; Disabilitas; Sarkasme; Hadis; Netnografi. | ||||||||
| Subjects: | Media Sosial Penyandang Cacat Hadis |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Sultan Sultan Zabarzat | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:05 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:05 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86576 |
