Arrosyid, Said (2026) Analisis makna azwajan thalathah dalam QS. al-Waqi’ah: perspektif historiografi tafsir Walid A. Saleh. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Said Arrosyid_07020322078 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 October 2029.
Download (1MB)
Said Arrosyid_07020322078.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini membahas pemaknaan Azwa>jan Thala>thah dalam QS. al-Wa>qi‘ah ayat 7–10 dengan menggunakan perspektif historiografi tafsir Walid A. Saleh. Istilah Azwa>jan Thala>thah merujuk pada pembagian manusia ke dalam tiga golongan pada hari kiamat, yaitu as}ha>b al-maimanah, as}ha>b al-mash’amah, dan al-sa>biqu>n. Meskipun makna dasar ayat ini relatif disepakati oleh para mufasir, cara penafsirannya menunjukkan perbedaan corak dan fungsi seiring perkembangan tradisi tafsir Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna Azwa>jan Thala>thah serta menganalisis dinamika penafsirannya berdasarkan klasifikasi historiografi tafsir Walid A. Saleh. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer diperoleh dari kitab-kitab tafsir yang merepresentasikan dua genre utama dalam historiografi tafsir Walid A. Saleh, yaitu tafsir mutawwala>t (ensiklopedis) dan tafsir madrasah. Tafsir mutawwala>t diwakili oleh karya al-Ṭabari>, al-Ma>turi>di>, al-Tha‘labi>, dan al-Qurṭubī, sedangkan tafsir madrasah diwakili oleh al-Zamakhsharī, al-Wa>h}idi>, dan Tafsi>r Jala>lain. Teknik analisis data dilakukan dengan mengkaji penafsiran para mufasir terhadap ayat terkait, kemudian memetakannya sesuai dengan karakter dan fungsi masing-masing genre tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mufasir memahami Azwa>jan Thala>thah sebagai pembagian manusia ke dalam tiga golongan pada hari kiamat berdasarkan kualitas iman dan amal. Perbedaan penafsiran tidak terletak pada makna substantif ayat, melainkan pada keluasan pembahasan, metode, dan orientasi penafsiran. Tafsir mutawwala>t menampilkan penafsiran yang luas, komprehensif, dan berbasis riwayat dengan tujuan membangun dan mengukuhkan otoritas makna. Sementara itu, tafsir madrasah menyajikan penafsiran yang ringkas, sistematis, dan bersifat pedagogis dengan tujuan menstabilkan dan mentransmisikan makna kepada kalangan pelajar. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika penafsiran Azwa>jan Thala>thah mencerminkan pergeseran fungsi tafsir dalam sejarah, bukan perubahan makna ayat secara radikal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Azwajan Thalathah; QS. al-Waqi’ah; historiografi tafsir; Walid A. Saleh | ||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Tafsir |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Said Arrosyid | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 07:29 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Oct 2026 07:29 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86921 |
