su’udi, muhammad (2025) Analisis Majaz dalam surah al-baqarah ayat 16 perspektif Afifudin Dimyathi dalam Al-Syamil fi Balaghah Al-Qur’an. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
M. Su'udi_07040322112 OK.pdf
Download (1MB)
M. Su'udi_07040322112 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 September 2029.
Download (1MB)
Abstract
Kajian terhadap Al-Qur‘an tidak hanya mencakup aspek akidah, hukum, dan etika, tetapi juga meliputi dimensi kebahasaan yang berperan penting dalam menyampaikan pesan ilahi secara efektif. Salah satu pendekatan kebahasaan yang memiliki peran signifikan adalah balāghah, yaitu ilmu yang mengkaji keindahan dan kekuatan ungkapan bahasa Arab dalam Al-Qur‘an. Salah satu ayat yang kaya akan unsur balāghah khususnya majāz (metafora) adalah QS. Al-Baqarah ayat 16 yang menggunakan metafora perdagangan untuk menggambarkan keadaan orang munafik. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini mengkaji ragam bentuk majāz dalam ayat tersebut menurut perspektif Afifuddin Dimyathi, sekaligus menganalisis majāz dari segi makna hakiki, makna majasi, ʿalāqah, dan qarinah-nya dengan tujuan mengungkap struktur retoris serta kedalaman pesan ayat yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 16. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah kitab Al-Syamil fi Balāghah al-Qur‟an karya Afifuddin Dimyathi, sedangkan sumber data sekunder meliputi kitab-kitab balāghah, tafsir, artikel jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 16 mengandung tiga bentuk majāz, yaitu istiʿārah taṣrīḥiyyah, istiʿārah murashshahah, dan majāz ʿaqlī. Setiap bentuk majāz memiliki ʿalāqah dan qarinah yang berbeda. Makna hakiki dalam ayat ini tidak dapat dipertahankan karena adanya indikator kebahasaan dan rasional yang mengharuskan peralihan kepada makna majasi. Majāz dalam ayat ini berfungsi untuk mempertegas gambaran kesesatan dan kerugian kaum munafik sekaligus menunjukkan keindahan dan kedalaman pesan retoris Al-Qur‘an. Temuan ini menegaskan bahwa balāghah tidak hanya berfungsi sebagai ornamen bahasa, tetapi juga sebagai instrumen utama dalam penguatan makna dan pesan teologis Al-Qur‘an.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Majaz; afifudin dimyathi; al-syamil fi balaghah al-qur’an | ||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Tafsir Ulama |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | su'udi muhammad | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:33 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:33 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87487 |
