Safitri, Rhike Anggraini Devi (2026) Tafsir Ayat-Ayat ekologi dalam rubrik Tafsir NU Online perspektif Deep Ecology. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Rhike Anggraini Devi Safitri_07020322075 ok.pdf
Download (3MB)
Rhike Anggraini Devi Safitri_07020322075 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2029.
Download (3MB)
Abstract
Krisis ekologis global yang semakin serius menuntut keterlibatan agama dalam membangun kesadaran dan etika lingkungan. Islam sebagai agama yang memiliki landasan normatif tentang relasi manusia dan alam berpotensi memberikan kontribusi dalam merespons persoalan ini, salah satunya melalui penafsiran ayat-ayat al-Qur’an bertema ekologi. Perkembangan media digital turut menghadirkan bentuk baru tafsir, seperti rubrik tafsir NU Online, yang menjadi ruang diseminasi nilai-nilai ekoteologis kepada masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ayat-ayat tentang etika lingkungan dalam rubrik Tafsir NU Online serta menilai tingkat kedalaman wacana ekologinya menggunakan perspektif Deep Ecology Arne Naess. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi digital. Data primer diperoleh dari artikel-artikel tafsir NU Online bertema ekologi periode 2019–2025, dengan empat artikel tafsir terpilih sebagai fokus analisis yang merepresentasikan tema pengakuan nilai intrinsik alam, tanggung jawab manusia sebagai khalifah, kritik eksploitasi lingkungan, dan relasi kosmik antara manusia dan bumi. Data sekunder berasal dari literatur tafsir, ekologi Islam, teori Deep Ecology serta literatur artikel jurnal dan buku yang berkaitan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran ayat-ayat etika lingkungan dalam rubrik tafsir NU Online bercorak kontekstual dan moderat. Penafsiran menampilkan tiga pola utama, pertama, alam diposisikan sebagai a>yah kauniyyah yang memperkuat kesadaran spiritual terhadap kebesaran Allah. kedua, manusia ditegaskan sebagai khalifah yang memikul tanggung jawab moral menjaga keseimbangan alam serta menghindari kerusakan (fasa>d). ketiga, ayat-ayat al-Qur’an dikontekstualisasikan dengan persoalan ekologis kontemporer sebagai bentuk dakwah ekologis digital. Analisis perspektif Deep Ecology menunjukkan adanya pengakuan terhadap nilai intrinsik alam, kritik terhadap eksploitasi lingkungan, serta dorongan perubahan cara pandang manusia dari antroposentris menuju relasi ekologis yang lebih setara. Namun, wacana Deep Ecology yang hadir masih dominan pada tataran teologis-moral dan belum sepenuhnya berkembang menjadi agenda praksis ekologis yang sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rubrik tafsir NU Online merepresentasikan pergeseran dari tafsir antroposentris menuju tafsir ekologis kontekstual, serta berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai wahyu di ruang digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Media Sosial Al Qur'an Tafsir |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Rhike Anggraini Devi Safitri | ||||||||
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 08:05 | ||||||||
| Last Modified: | 18 Aug 2026 08:05 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87542 |
