Zaka, Muhammad Qodli (2025) Pandangan mahasiswa PMII UIN Sunan Ampel Surabaya terhadap polemik nasab Habaib di Indonesia. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Qodli Zaka_E92219068 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 September 2029.
Download (1MB)
Muhammad Qodli Zaka_E92219068.pdf
Download (1MB)
Abstract
Otoritas keagamaan dalam masyarakat Islam Indonesia sering kali dikaitkan dengan figur Habaib yang dianggap memiliki keistimewaan secara genealogis sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat Nahdliyin, termasuk mahasiswa PMII UINSA, nasab Habaib merupakan hal penting untuk mengetahui silsilah yang tersambung langsung kepada Rasulullah. Namun, dalam dua tahun terakhir, muncul polemik pembatalan nasab Habaib oleh Kiai Imaduddin Utsman yang menyatakan bahwa silsilah tersebut terputus, sehingga memicu perdebatan pro dan kontra yang luas di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana pandangan mahasiswa PMII UINSA mengenai nasab Nabi Muhammad SAW dan bagaimana polemik tersebut memengaruhi cara pandang mereka terhadap otoritas keagamaan. Fokus utamanya adalah melihat sejauh mana mahasiswa sebagai aktor strategis memposisikan otoritas keagamaan di era digital serta penggunaan rasionalitas dalam menyikapi isu tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pimpinan mahasiswa PMII UINSA, sementara data sekunder diambil dari jurnal dan buku yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara reflektif dengan menggunakan kerangka Teori Kritis Jurgen Habermas, khususnya konsep tindakan komunikatif dan ruang publik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PMII UINSA memahami gelar Habaib bukan sekadar pewaris biologis, tetapi juga harus menjadi pewaris moral dan spiritual yang memiliki tanggung jawab dakwah. Polemik nasab ini telah menyebabkan pergeseran paradigma, di mana otoritas keagamaan tidak lagi diterima secara dogmatis berbasis silsilah semata, melainkan mulai diuji melalui rasionalitas komunikatif yang menitikberatkan pada keilmuan, akhlak, dan kontribusi sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nasab Habaib; mahasiswa PMII UINSA; teori kritis Jurgen Habermas; otoritas keagamaan | ||||||||
| Subjects: | Islam dan Humanisme | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Qodli Zaka | ||||||||
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:23 | ||||||||
| Last Modified: | 01 Sep 2026 05:57 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87619 |
