Transformasi makna hurun 'in dalam tafsir perspektif al-Thabit dan al-Mutahawwil: studi analisis diakronik dari klasik hingga modern

Rohani, Rohani (2026) Transformasi makna hurun 'in dalam tafsir perspektif al-Thabit dan al-Mutahawwil: studi analisis diakronik dari klasik hingga modern. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Rohani_02240523027 full.pdf] Text
Rohani_02240523027 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 September 2029.

Download (2MB)
[thumbnail of Rohani_02240523027.pdf] Text
Rohani_02240523027.pdf

Download (2MB)

Abstract

Sejak periode awal perkembangan tafsir hingga era modern, penafsiran terhadap narasi ḥūrun ‘īn dalam al-Qur’an menunjukkan keragaman yang signifikan, baik dari sisi metodologi maupun orientasi maknanya. Dalam tradisi tafsir klasik, ḥūrun ‘īn umumnya dipahami secara literal sebagai entitas fisik surgawi yang merepresentasikan kenikmatan indrawi, dengan penekanan kuat pada aspek riwayat, legitimasi lughawī, dan filologi. Pemaknaan tersebut membentuk konstruksi makna yang relatif stabil dan direproduksi secara berulang dalam lintasan tafsir awal. Namun, seiring perubahan konteks sosial, budaya, dan intelektual umat Islam, muncul kecenderungan reinterpretasi yang lebih kontekstual dan simbolik, terutama dalam tafsir modern, yang menempatkan ḥūrun ‘īn sebagai representasi kebahagiaan eskatologis dan kenikmatan spiritual yang bersifat universal. Perkembangan ini menandai adanya transformasi narasi yang tidak terlepas dari dialektika antara kontinuitas tradisi dan tuntutan perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola penafsiran ḥūrun ‘īn dalam tafsir klasik hingga modern serta menganalisis transformasi makna dan narasinya melalui perspektif al-thābit dan al-mutaḥawwil sebagaimana dikembangkan oleh Ali Ahmad Said (Adonis).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, melalui metode analisis isi dan pendekatan sosio-historis-interpretatif. Data diperoleh dari ayat-ayat ḥūrun ‘īn dalam al-Qur’an beserta penafsirannya dalam karya mufasir klasik hingga modern yang dipetakan berdasarkan periodisasi tafsir Walid Ahmad Saleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tafsir klasik mengonstruksikan ḥūrun ‘īn sebagai entitas fisik surgawi dalam paradigma al-thābit; (2) legitimasi lughawī dan riwayat berfungsi sebagai dasar pengukuhan semantik yang menjaga stabilitas makna; (3) tafsir retoris memperlihatkan ekspansi imajinatif dan simbolisasi makna tanpa menegasikan makna literal; dan (4) tafsir modern mereinterpretasikan ḥūrun ‘īn sebagai simbol kebahagiaan eskatologis yang inklusif dan berkeadilan dalam paradigma al-mutaḥawwil. Dengan demikian, transformasi makna ḥūrun ‘īn menegaskan dinamika kreatif tafsir al-Qur’an antara ketetapan makna dan keterbukaan terhadap perubahan.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Rohani, Rohani hanistudies196@gmail.com 02240523027
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Bakar, Abu abubakaryamani@yahoo.com 2004047303
Thesis advisor Iwanebel, Fejrian Yazdajird iwanebel@uinsa.ac.id 2004039001
Uncontrolled Keywords: Hurun ‘in; al-Thabit; al-Mutahawwil; transformasi makna
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Wanita dalam Islam
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Rohani Rohani
Date Deposited: 01 Sep 2026 05:44
Last Modified: 01 Sep 2026 05:44
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87654

Actions (login required)

View Item
View Item