Stigma “gangster” pada anak di bawah umur melalui rilis-rilis Kepolisian Republik Indonesia tahun 2024: analisis wacana kritis Teun Andrianus Van Dijk

Syaharani, Wanda Dania (2026) Stigma “gangster” pada anak di bawah umur melalui rilis-rilis Kepolisian Republik Indonesia tahun 2024: analisis wacana kritis Teun Andrianus Van Dijk. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Wanda Dania Syaharani_03040421090 ok.pdf] Text
Wanda Dania Syaharani_03040421090 ok.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Wanda Dania Syaharani_03040421090 full.pdf] Text
Wanda Dania Syaharani_03040421090 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ideologi di balik penggunaan wacana “gangster” terhadap anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) oleh institusi kepolisian. Adapun kasus yang dianalisis adalah kasus tewasnya anak di bawah umur sepanjang akhir tahun 2024, diantaranya kasus Afif Maulana 13 tahun tanggal 09 Juni 2024, penemuan tujuh jenazah di kali Bekasi yang melibatkan anak usia 15 tahun tanggal 22 September 2024, dan penembakan Gama Rizkynata Oktafandy siswa SMK 17 tahun di Semarang tanggal 26 November 2024. Tiga kasus ini berisi kejadian tewasnya anak di bawah umur yang melibatkan aparat kepolisian, di mana dalam kronologi yang disebutkan oleh aparat kepolisian, anakanak yang tewas tersebut adalah anak-anak yang akan dan telah melakukan tawuran, sehingga tewas ketika ada patroli pembubaran tawuran. Maka keterlibatan aparat dan adanya korban tewas ini lah yang melatarbelakangi labelisasi gangster terhadap anak-anak yang dimaksud. Untuk menjawab tujuan penelitian dalam wacana gangster, penelitian dilakukan dengan menggunakan teori analisis wacana kritis van Dijk. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data simak bebas lipat cakap (SBLC), dan teknik analisis data berdasarkan teori Miles, Huberman. Dan Saldana edisi (2014). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui berbagai kanal YouTube, diantaranya: Tribun News, tvOneNews, Warta Kota Production, Polda Metro Jaya, Kompas TV Jateng, dan Metro TV. Hasil penelitian menunjukkan adanya ideologi institusional yang diwujudkan melalui konstruksi kriminalitas gangster dengan melibatkan anak di bawah umur sebagai dasar pembentukan stigma negatif yang berfungsi melegitimasi tindakan aparat. Konstruksi wacana ini dibangun secara konsisten melalui struktur teks yang menegaskan narasi awal tentang gangster, disertai strategi representasi yang memosisikan aparat sebagai otoritas dan anak sebagai pihak yang dimarginalkan, sehingga mengikis empati publik dan menguatkan pembenaran terhadap tindakan aparat. Maka di sini terlihat upaya aparat menjaga citra dan legitimasi institusi dalam keterlibatan kasus yang cukup serius di tengah ketidakpercayaan publik, sehingga pemanfaatan isu yang menganggu kenyamanan masyarakat menjadi pilihan untuk mengatasi konflik yang sedang terjadi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Syaharani, Wanda Dania wandadania29@gmail.com 03040421090
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Atikurrahman, Moh atiqurrahmann@uinsa.ac.id 2007108504
Uncontrolled Keywords: Analisis wacana; gangster; Teun A. van Dijk
Subjects: Anak
Bahasa Indonesia
Polisi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia
Depositing User: Wanda Dania Syaharani
Date Deposited: 15 Sep 2026 07:25
Last Modified: 15 Sep 2026 07:25
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87694

Actions (login required)

View Item
View Item