Arif, Faqih Maulana (2026) Kemiskinan dalam pandangan Sayyid Qutb dan Ibnu Katsir: studi komparatif tentang penyebab dan solusi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Faqih Maulana Arif_E03219011 ok.pdf
Download (1MB)
Faqih Maulana Arif_E03219011 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2029.
Download (4MB)
Abstract
Kemiskinan merupakan salah satu problem sosial yang mendapat perhatian serius dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya memotret kemiskinan sebagai persoalan ekonomi, tetapi juga sebagai fenomena sosial, moral, dan struktural yang berkaitan dengan keadilan distribusi, tanggung jawab sosial, serta peran individu dan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas kemiskinan membutuhkan kajian tafsir yang komprehensif dan mendalam. Dalam khazanah tafsir, terdapat perbedaan corak dan pendekatan penafsiran antara mufasir klasik dan mufasir modern, seperti Ibnu Katsīr yang cenderung menggunakan metode tafsir bil ma’tsur dan Sayyid Qutb yang lebih dominan menggunakan pendekatan tafsir bil ra’yi dengan nuansa sosial dan ideologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pandangan Ibnu Katsīr dan Sayyid Qutb terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kemiskinan, khususnya dalam aspek definisi kemiskinan, faktor-faktor penyebab kemiskinan, serta solusi yang ditawarkan Al-Qur’an menurut penafsiran kedua mufasir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir muqāran (komparatif). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Ibnu Katsīr dan Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Qutb, sedangkan sumber data sekunder meliputi buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan tema kemiskinan dan kajian tafsir Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsīr memandang kemiskinan terutama sebagai kondisi kekurangan materi yang berkaitan dengan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, dengan penekanan pada aspek normatif dan riwayat-riwayat tafsir yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta pendapat sahabat dan tabi’in. Sementara itu, Sayyid Qutb memandang kemiskinan tidak hanya sebagai persoalan ekonomi individual, tetapi juga sebagai akibat dari sistem sosial yang tidak adil, ketimpangan distribusi kekayaan, dan penyimpangan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Adapun solusi kemiskinan menurut kedua mufasir meliputi kewajiban zakat, infak, dan sedekah, penguatan solidaritas sosial, serta pembentukan sistem sosial yang berlandaskan keadilan dan tauhid. Perbedaan pendekatan penafsiran ini menunjukkan bahwa meskipun Ibnu Katsīr dan Sayyid Qutb memiliki corak tafsir yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam memahami konsep kemiskinan dalam Al-Qur’an secara utuh dan kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Kemiskinan Al Qur'an Amil Zakat |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | faqih maulana arif | ||||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 08:39 | ||||||||
| Last Modified: | 29 Oct 2026 08:39 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87703 |
