Maulana, Muhammad Irfan (2025) Penafian Al Qur’an atas pornografi dan pornoaksi dalam Q.S. Al Nur [24]:30 dan al isra’[17]:32 : analisis qira’ah mubadalah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Irfan Maulana_07020321061 ok.pdf
Download (2MB)
Muhammad Irfan Maulana_07020321061 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 December 2028.
Download (2MB)
Abstract
Fenomena maraknya pornografi dan pornoaksi di era digital menimbulkan keresahan sosial dan pertanyaan mendasar mengenai pandangan al-Qur’an. Penelitian ini menganalisis penafian al-Qur’an terhadap pornografi dan pornoaksi menggunakan perspektif qira‘ah mubadalah, dengan fokus pada surah al-Nur ayat 30 dan al-Isra’ ayat 32. Latar belakang penelitian ini didorong oleh kebutuhan pemahaman yang berkeadilan gender terhadap ayat-ayat yang secara literal tertuju kepada laki-laki namun memiliki relevansi universal. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research menggunakan data primer dari ayat al-Qur’an, sementara data sekunder berasal dari tiga kitab tafsir pilihan: tafsir al-Azhar, alMis}bah, dan Fi Z{ilali al Qur’an. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menerapkan teori qira‘ah mubadalah yang berfokus pada prinsip kesalingan dan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an secara tegas menafikan dan melarang segala aktivitas yang mengarah pada pornografi dan pornoaksi melalu perintah menjaga pandangan (ghad al-bas}ar) dan memelihara kemaluan (hifz} al-furuj) dalam surah al-Nur ayat 30, serta larangan keras untuk mendekati zina (wala taqrabu al-zina) dalam surah al-Isra’ ayat 32. Ketiga kitab tafsir menjelaskan bahwa ayat-ayat ini merupakan landasan etika seksual dan sosial yang kuat untuk mencegah kerusakan moral. Melalui pendekatan qira‘ah mubadalah, ditemukan prinsip nilai amar ma’ruf nahi munkar dan esensi pakaian ketakwaan yang berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Tiga gagasan utama yang terindikasi: (1) menundukkan pandangan, (2) menjaga kemaluan, dan (3) tidak mendekati zina. Penegasan bahwa ketiga gagasan tersebut secara literal ditujukan kepada laki-laki, dapat diterapkan kepada perempuan menghasilkan makna implisit-resiprokal, yang berarti perempuan juga dianjurkan untuk menjaga pandangan, kemaluan, dan tidak mendekatkan diri pada perbuatan zina.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pornografi; pornoaksi; al Qur’an; tafsir; qira‘ah mubadalah; keadilan gender | ||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Pornografi |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Irfan Maulana | ||||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 07:09 | ||||||||
| Last Modified: | 29 Oct 2026 07:09 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87735 |
