AlFikri, Muhammad Lazwardi (2026) Kekuasaan dan seksualitas tokoh Rani dalam novel ipar adalah maut: kajian feminisme Helene Cixous. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Lazwardi Alfikri_03010421015 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 September 2029.
Download (4MB)
Muhammad Lazwardi Alfikri_03010421015.pdf
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis karakter Rani dalam novel Ipar Adalah Maut karya Elizasifaa dengan perspektif feminisme Helene Cixous, yang berfokus pada kekuasaan, seksualitas, serta pengaruh yang dimiliki. Pendekatan ini memanfaatkan konsep écriture féminine yang menekankan pada ekspresi perempuan dalam tulisan untuk membongkar konstruksi patriarki yang mewarnai dinamika cerita. Dalam novel, Rani digambarkan sebagai sosok perempuan yang memanfaatkan kekuatannya secara strategis, baik dalam hubungan personal maupun sosial. Penelitian ini menyoroti bagaimana Rani menunjukkan identitasnya sebagai kekuatan yang mampu mengontrol laki-laki dan situasi di sekitarnya. Metode yang digunakan yakni kualitatif-deskriptif dengan analisis secara mendalam pada teks untuk mengidentifikasi narasi feminis serta kontrol cerita dalam tindakan serta dialog Rani. Konsep écriture féminine yang diprakarsai oleh Helene Cixous, menekankan pentingnya ekspresi perempuan melampaui narasi patriarkal. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana seksualitas dieksplorasi sebagai alat mengontrol situasi dan dinamika perlawanan Rani dalam konsep serta norma yang ada. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penulisan tokoh Rani secara sistematis memproduksi figur perempuan yang melampaui oposisi biner melalui tiga strategi naratif: (1) bahasa tubuh yang ambivalen sebagai teks pengalaman feminin, (2) pengakuan hasrat dan fokaliasi interior yang membentuk subjektivitas dinamis, dan (3) performativitas suara sebagai senjata dekonstruksi terhadap nilai-nilai patriarkal. Melalui ketiga strategi ini, Rani diproduksi sebagai subjek yang secara simultan menjadi lokus trauma dan agen kedaulatan, sehingga kompleksitasnya berfungsi sebagai strategi tekstual yang mengungkap kontradiksi pengalaman perempuan sebagai sumber kekuatan subversif. Dengan demikian, ia tidak hanya hadir sebagai pelaku pelanggaran moral, tetapi sebagai simbol resistensi yang menolak penyederhanaan dikotomis dalam wacana patriarkal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kekuasaan; seksualitas; novel ipar adalah maut; feminisme Helene Cixous | ||||||||||||
| Subjects: | Sastra Seks Wanita |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Lazwardi AlFikri | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 06:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Sep 2026 06:45 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87921 |
