Uliyah, Ishfi Mufhimatul (2026) Ketenangan jiwa dalam tafsir sufi: analisis interpretasi qs. ar-ra’d [13]:28 perspektif Teori Logoterapi Viktor Frankl. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ishfi Mufhimatul Uliyah_02040524020 OK.pdf
Download (1MB)
Ishfi Mufhimatul Uliyah_02040524020 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 September 2029.
Download (1MB)
Abstract
Analisis Interpretasi QS. Ar-Ra’d [13]:28 Perspektif Teori Logoterapi Viktor Frankl. Kegelisahan batin dan krisis makna hidup merupakan fenomena yang semakin mengemuka dalam kehidupan modern, meskipun kemajuan material dan teknologi terus berkembang. Dalam konteks ini, Al-Qur’an menawarkan perspektif spiritual yang mendalam tentang ketenangan jiwa, salah satunya melalui QS. Ar-Ra’d [13]:28 yang secara eksplisit mengaitkan ketenteraman hati dengan dhikrullāh. Ayat ini memberikan dasar penting untuk memahami ketenangan jiwa tidak sekadar sebagai kondisi emosional, melainkan sebagai realitas spiritual dan eksistensial. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep ketenangan jiwa dalam QS. Ar-Ra’d [13]:28 perspektif tafsir sufi, dan (2) mengkaji relevansi konseptual konsep tersebut dalam tinjauan teori logoterapi Viktor Frankl.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari literatur tafsir sufistik klasik, pertengahan, dan modern-kontemporer, serta karya-karya utama Viktor Frankl tentang logoterapi. Analisis dilakukan melalui content analysis dengan tafsir sufi sebagai pendekatan utama, sementara teori logoterapi digunakan sebagai kerangka tinjauan konseptual dalam dialog interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketenangan jiwa dalam QS. Ar-Ra’d [13]:28 perspektif tafsir sufi dipahami sebagai ṭuma’nīnah al-qalb, yaitu kondisi spiritual yang stabil sebagai buah dari dhikrullāh dan orientasi hidup transendental. Dalam tinjauan teori logoterapi Viktor Frankl, konsep ini memiliki relevansi konseptual dengan gagasan makna hidup dan self-transcendence, di mana ketenangan batin dipahami sebagai akibat dari orientasi kepada makna yang melampaui diri. Hubungan keduanya ditempatkan dalam kerangka dialog konseptual dengan tetap menjaga perbedaan paradigmatik antara tafsir sufistik dan psikologi eksistensial.Penelitian ini menegaskan ṭuma’nīnah al-qalb sebagai maqām spiritual dalam tafsir sufistik, bukan kondisi psikologis. Selain itu, penelitian ini menawarkan model dialog non-reduktif antara tafsir Al-Qur’an dan psikologi eksistensial, serta menghindari kecenderungan islamisasi psikologi yang simplistik.Kata kunci: ketenangan jiwa, QS. Ar-Ra’d [13]:28, tafsir sufi, dhikrullāh, logoterapi.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | ketenangan jiwa; QS. Ar-Ra’d [13]:28; tafsir sufi; dhikrullāh, logoterapi | ||||||||||||
| Subjects: | Agama Adab Al Qur'an |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ishfi Mufhimatul Uliyah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 02:35 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Sep 2026 02:35 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88043 |
