Mukminin, Ikhwanul (2026) Analisis Iʿjāz ʿilmī Surah An-Nahl [16]: 5-8 tentang penciptaan ekosistem perspektif A.G. Tansley. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ikhwanul Mukminin_02240523009 OK.pdf
Download (3MB)
Ikhwanul Mukminin_02240523009 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 September 2029.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji iʿjāz ʿilmī dalam Surah An-Nahl ayat 5–8 dengan fokus pada konsep penciptaan ekosistem yang dijelaskan melalui perspektif teori ekosistem A.G. Tansley. Ayat-ayat tersebut menampilkan gambaran tentang hewan ternak sebagai bagian dari sistem kehidupan, mencakup fungsi domestik, transportasi, sumber gizi, dan manfaat sosial-ekonomi. Selain itu, ayat-ayat tersebut menunjukkan hubungan harmonis antara unsur biotik dan abiotik dalam lingkungan yang diciptakan Allah sebagai satu kesatuan sistemik. Menurut para ulama seperti Al-Rāzī, Ibn ‘Āsyūr, dan Al-Ṭabari, gambaran dalam ayat-ayat ini merupakan bentuk isyarat ilmiah mengenai pengaturan ekologis yang teratur, sedangkan perspektif A.G. Tansley menegaskan bahwa ekosistem terdiri dari komponen biotik, abiotik, serta interaksi fungsional di antara keduanya. Dengan demikian, penelitian ini menempatkan Surah An-Nahl 5–8 sebagai landasan teologis yang selaras dengan konsep ilmiah modern tentang struktur dan fungsi ekosistem. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis kandungan iʿjāz ʿilmī Surah An-Nahl 5–8 dan menghubungkannya dengan teori ekosistem Tansley, yang mencakup tiga komponen utama: faktor biotik, faktor abiotik, serta struktur dan fungsi ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan teknik deskriptif-analitis. Sumber data mencakup kitab-kitab tafsir, kamus bahasa Arab, jurnal-jurnal ekologi modern, serta literatur ilmiah terkait studi hubungan ekologi dalam teks keagamaan. Analisis dilakukan melalui pendekatan linguistik untuk memahami makna kebahasaan ayat, kemudian dipadukan dengan teori ekosistem untuk melihat relevansi isyarat ilmiah yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah An-Nahl 5–8 mengandung struktur makna yang sesuai dengan kerangka ekologi modern. Dari sisi biotik, ayat tersebut menyoroti peran hewan ternak sebagai bagian dari rantai kehidupan yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Dari sisi abiotik, ayat ini mengisyaratkan keberadaan air, tanah, dan kondisi lingkungan yang menopang keberlangsungan hewan ternak. Fungsi ekosistem, menurut Tansley, tercermin dalam hubungan timbal balik antara manusia, hewan, dan alam, sebagaimana ditunjukkan dalam ayat-ayat tersebut melalui manfaat pakaian, makanan, transportasi, dan kekuatan yang diberikan hewan kepada manusia. Secara ekologis, hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah menggambarkan hubungan sistemik antara organisme dan lingkungannya sebelum ekologi modern mendefinisikannya secara formal.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Iʿjāz ʿIlmī; Surah An-Nahl 5–8, A.G. Tansley; Ekosistem; Biotik–Abiotik; Struktur dan Fungsi Ekosistem | ||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Ekologi |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ikhwanul Mukminin | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 20:24 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Sep 2026 20:24 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88072 |
