Identitas sosial dan ruang publik: relasi islam dan kristen di Kediri

Huda, M. Thoriq (2026) Identitas sosial dan ruang publik: relasi islam dan kristen di Kediri. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of M. Thoriqul Huda_01040122013 OK.pdf] Text
M. Thoriqul Huda_01040122013 OK.pdf

Download (11MB)
[thumbnail of M. Thoriqul Huda_01040122013 Full.pdf] Text
M. Thoriqul Huda_01040122013 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 September 2029.

Download (11MB)

Abstract

Relasi Islam dan Kristen telah menjadi pembahasan akademisi sejak lama, hasil kajian membuktikan bahwa hubungan antar kedua agama ini berlangsung dinamis, terkadang berada pada posisi harmonis, ketegangan, saling curiga dan bahkan konflik. Kajian tentang relasi Islam dan Kristen di Kediri dalam dimensi identitas dan ruang publik ini merupakan bagian dari upaya memotret model hubungan kedua agama ini, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik memperoleh data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, serta metode analisa data menggunakan Miles dan Habermas yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menfokuskan kajian pada bagaimana hubungan Islam dan Kristen di Kediri, bagaimana identitas agama dibentuk oleh umat Islam dan Kristen di Kediri serta bagaimana hubungan keduanya di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi antaraumat Islam dan Kristen di Kediri berjalan harmonis, baik dalam posisi mayoritas maupun minoritas, umat Kristen menyadari bahwa mereka pada posisi “mayoritas terbatas”, nilai-nilai tradisi turut menjadi medan harmoni dalam hubungan Islam dan Kristen di Kediri. Dalam konteks identitas, terjadi negosiasi identitas dalam hubungan Islam dan Kristen di Kediri, negosiasi identitas ini terjadi pada level blurring identity atau bahkan shifting identity, hal ini terjadi dalam praktik nikah beda agama, dengan menjunjung kultur toleransi yang tinggi identitas agama pada masyarakat Islam dan Kristen di Kediri terlihat semakin tipis, peran tokoh agama juga cenderung permisif terutama karena batas hak asasi manusia. Namun demikian dalam waktu tertentu blurring identity terjadi, terutama saat umat beragama merasa bimbang setelah melakukan shifting identity, keduanya bagaikan siklus yang terus berputar dalam negosiasi identitas agama. Sedangkan dalam wilayah ruang publik, hubungan umat Islam dan Kristen terbangung secara terbuka, seimbang dan tanpa intervensi baik di ruang formal maupun informal, sebagaimana yang dimaksud oleh Jurgen Habermas, namun demikian gagasan public reason yang dicetuskan oleh John Rawls dan Jurgen Habermas susah dilakukan dalam konteks wilayah mikro, dalam tataran ini masyarakat lebih melihat subtansi nilai publik (public value) dari pada sibuk melakukan penalaran publik.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Creators:
Name Email NIM
Huda, M. Thoriq huda90.ikhac@gmail.com 01040122013
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Setiyani, Wiwik wiwiksetiyani@uinsby.ac.id 2007127104
Thesis advisor Siddiq, Akhmad a.siddiq@uinsby.ac.id 2009087702
Uncontrolled Keywords: Islam; Kristen; Identitas Sosial; Ruang Publik.
Subjects: Perbandingan Agama
Perbandingan Agama
Sosiologi > Sosiologi Agama
Toleransi
Divisions: Program Doktor > Studi Islam
Depositing User: M. Thoriqul Huda Thoriq
Date Deposited: 28 Sep 2026 04:42
Last Modified: 28 Sep 2026 04:42
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88719

Actions (login required)

View Item
View Item