Kontruksi sosial pendakwah dalam mengayomi mad’u patologis: studi kasus Dakwah Gus Iqdam pada Majelis Sabilu Taubah Blitar Jawa Timur

Halimatus, Nur (2024) Kontruksi sosial pendakwah dalam mengayomi mad’u patologis: studi kasus Dakwah Gus Iqdam pada Majelis Sabilu Taubah Blitar Jawa Timur. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Nur Halimatus_02040722020 OK.pdf] Text
Nur Halimatus_02040722020 OK.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Nur Halimatus_02040722020 Full.pdf] Text
Nur Halimatus_02040722020 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2029.

Download (2MB)

Abstract

Pada konteks masyarakat modern seperti Indonesia, dakwah memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan pemahaman agama serta moralitas di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang. Maka seorang pendakwah di tuntut untuk melakukan inovasi di setiap permasalahan terutama pada pemilihan madúnya, Gus Iqdam yang berani berbeda dalam konsep dan madúnya, yang dikenal dengan jamaah ekstrimnya, penelitian ini di maksudkan untuk mencari jawaban tentang bagaimana Gus Iqdam berinteraksi, beradaptasi dan memandang realitas para jamaah ekstrimnya (madú patologis). Penelitian ini mengunakan kualitatif deskriptif, denngan menggunakan teori kontruksi sosial Bergerl dan Luckman. Menurutnya, kontruksi sosial memiliki tiga fase yang simultan, yaitu eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi. Adapun tehnik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap informan. Hasil dari temuan penelitian ini, ditemukan bahwa kontruksi sosial yang dilakukan oleh Gus Iqdam terdapat 3 fase: (1) Eksternalisasi atau adaptasi diri dengan 2 tahap: a. memulai interaksi dengan bahasa yang sesuai, b. dimulai diwarung kopi. (2) Objektivasi atau interaksi, dengan 3 tahap, a. sosialisasi, dengan keistiqomahan dakwahnya hingga memunculkan symbol bahasa, dekengane pusat membangun kepercayaan diri, wonge teko sindiran halus dibalut guyon, b. legitimasi pengakuan dari mad;u dan para tokoh ahlinya garangan, c. kelembagaan majelis sabilu taubah yang dianggap rumah kedua, bukan mengurui tetapi ngaji bersama, (3) internalisasi, Gus Iqdam memandang jamaah yang ekstrim tersebut orang yang memiliki masa depan cerah, sedangkan dari madúnya dakwah Gus Iqdam tidak menghakimi. Merangkul tidak memukul.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Halimatus, Nur nurhalimatus42@gmail.com 02040722020
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Sunarto, Sunarto narto_as@yahoo.com 2026126901
Thesis advisor Hadiati, Salisah Nikmah nikmah_hs@yahoo.co.id 2014017301
Uncontrolled Keywords: Dakwah; Gus Iqdam
Subjects: Dakwah
Dakwah > Dakwah - Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Nur Halimatus
Date Deposited: 06 Oct 2026 07:07
Last Modified: 06 Oct 2026 07:07
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89142

Actions (login required)

View Item
View Item