Azis, Muhammad Roy Abdu Rochim (2026) Analisis kompilasi hukum ekonomi syariah dan undang-undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terhadap kepastian hak konsumen dalam jual beli mystery box pada Toko Dorkas. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
M. Roy Abdu Rochim Azis_05030222098 OK.pdf
Download (3MB)
M. Roy Abdu Rochim Azis_05030222098 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 September 2029.
Download (3MB)
Abstract
Praktik jual beli mystery box merupakan bentuk inovasi perdagangan yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Transaksi ini menawarkan unsur kejutan dengan ketidakpastian isi barang yang dibeli, sehingga menimbulkan persoalan hukum terkait kepastian hak konsumen. Fenomena tersebut juga terjadi di Toko Dorkas Surabaya yang menjual mystery box melalui media daring. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik jual beli mystery box di Toko Dorkas serta bagaimana tinjauan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap kepastian hak konsumen dalam praktik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemilik dan pihak terkait di Toko Dorkas, serta dokumentasi yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode deduktif, yaitu dengan mengkaji fakta-fakta di lapangan kemudian dianalisis berdasarkan ketentuan KHES dan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai landasan hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli mystery box di Toko Dorkas dilaksanakan melalui sistem transaksi daring berbasis live streaming dengan penyampaian informasi yang bersifat umum dan terbatas. Dari perspektif Undang-Undang Perlindungan Konsumen, praktik tersebut belum sepenuhnya memberikan kepastian hak konsumen, khususnya terkait hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur. Sementara itu, menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, praktik jual beli mystery box berpotensi mengandung unsur gharar akibat ketidakjelasan objek akad, sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan, keterbukaan, dan kepastian hukum dalam transaksi ekonomi syariah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar pelaku usaha mystery box meningkatkan transparansi informasi mengenai barang yang diperjualbelikan guna menjamin kepastian hak konsumen. Selain itu, diperlukan kesadaran hukum dari konsumen agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi mystery box. Penelitian ini juga merekomendasikan adanya perhatian dari pemerintah dan pemangku kebijakan untuk merumuskan regulasi yang lebih jelas terkait praktik jual beli mystery box, baik dalam perspektif hukum positif maupun hukum ekonomi syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kepastian Hak; mystery box; jual beli | ||||||||
| Subjects: | Hukum Ekonomi Perlindungan Konsumen |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Roy Abdu Rochim Azis | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 03:17 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 03:17 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89166 |
