Analisis kritis peran perempuan di ranah publik dalam tafsir risālah badī‘ah Karya Sayyid Muhammad Tehrani: perspektif Qira’ah Mubadalah

Nabilah, Is'ad Durrotun (2026) Analisis kritis peran perempuan di ranah publik dalam tafsir risālah badī‘ah Karya Sayyid Muhammad Tehrani: perspektif Qira’ah Mubadalah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Is'ad Durrotun Nabilah_02040523022 OK.pdf] Text
Is'ad Durrotun Nabilah_02040523022 OK.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Is'ad Durrotun Nabilah_02040523022 Full.pdf] Text
Is'ad Durrotun Nabilah_02040523022 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 October 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur'an yang dianggap membatasi peran perempuan di ruang publik. Salah satu ulama yang memberikan perhatian khusus terhadap isu ini adalah Sayyid Muhammad Husain Husaini Tehrani, seorang ulama kontemporer dari kalangan Syiah. Tehrani menafsirkan surah al-Baqarah ayat 228 dan surah al-Nisa’ ayat 34 sebagai dasar larangan bagi perempuan untuk berperan di ranah publik. Rumusan masalah meliputi bagaimana penafsiran Sayyid Muhammad Tehrani tentang peran perempuan di ranah publik dari perspektif kontekstual qirā’ah mubādalah, dan apa implikasi penafsiran tersebut bagi kehidupan perempuan modern. Penelitian ini menggunakan kerangka teoritik tentang peran perempuan di ranah publik dengan dan metode qirā’ah mubādalah. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Sumber primer penelitian ini berupa kitab Risālah Badī‘ah karya Sayyid Muhammad Tehrani, serta sumber sekunder berupa literatur pendukung lainnya. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tehrani menafsirkan konsep darajah dan qiwāmah sebagai keunggulan kodrati laki-laki dalam hal rasionalitas, kekuatan fisik, dan tanggung jawab sosial. Namun, dari sudut pandang qirā’ah mubādalah, pendekatan ini tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan yang dianjurkan dalam Islam. Qirā’ah mubādalah memaknai darajah dan qiwāmah sebagai dorongan untuk kesalingan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan, bukan sebagai pembenaran atas superioritas laki-laki. Penafsiran ini berdampak signifikan terhadap kehidupan perempuan modern, khususnya di Iran, di mana tafsir Tehrani telah melahirkan sistem sosial dan hukum yang mengecualikan perempuan dari partisipasi publik. Dengan pendekatan qirā’ah mubādalah, penafsiran ini dapat direkonstruksi untuk mendukung partisipasi perempuan dalam ruang publik secara adil dan setara

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Nabilah, Is'ad Durrotun isadnabilah99@gmail.com 02040523022
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Khoiroh, Muflikhatul muflikhakhoiroh@gmail.com/ muflikhatul@uinsby.ac.id 2016047002
Thesis advisor Umami, Khoirul k.umami@uinsby.ac.id 2002117101
Uncontrolled Keywords: Tafsir; Perempuan; Sayyid Muhammad Tehrani; Qira’ah Mubādalah.
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Wanita dalam Islam
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Is'ad Durrotun Nabilah
Date Deposited: 10 Oct 2026 04:08
Last Modified: 10 Oct 2026 04:08
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89261

Actions (login required)

View Item
View Item