Trisnata, Setia Dewi Eka Yuni (2026) Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin pasangan duda atau janda di KUA Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan perspektif maṣlaḥah mursalah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.
Setia Dewi Eka Yuni Trisnata _ 05040122153 OK.pdf
Download (2MB)
Setia Dewi Eka Yuni Trisnata _ 05040122153 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2029.
Download (2MB)
Abstract
Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan keluarga, namun pada praktiknya pasangan duda atau janda memiliki kebutuhan yang berbeda dari calon pengantin yang baru pertama kali menikah. Kompleksitas pernikahan kedua, seperti trauma pernikahan sebelumnya, konflik pengasuhan anak, dinamika keluarga campuran, serta persoalan ekonomi, menuntut model bimbingan yang lebih spesifik dan mendalam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berfokus pada analisis pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Mandiri bagi calon pengantin pasangan duda atau janda di KUA Kecamatan Bugul Kidul, penilaian kesesuaiannya dengan Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 172 Tahun 2022, serta tinjauan maṣlaḥah mursalah terhadap praktik bimbingan tersebut dalam upaya mewujudkan kemaslahatan dan ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Bugul Kidul. Data primer diperoleh dari Kepala KUA, Penyuluh Agama, serta calon pengantin berstatus duda atau janda, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi regulasi resmi, arsip KUA, serta literatur pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan pola pikir deduktif untuk menilai kesesuaian praktik bimbingan dengan teori maṣlaḥah mursalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Mandiri di KUA Kecamatan Bugul Kidul dilaksanakan secara fleksibel, singkat, dan tidak mengikuti ketentuan formal sebagaimana tercantum dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 172 Tahun 2022. Meskipun demikian, bimbingan tersebut menggunakan pendekatan diagnostik yang mampu menggali persoalan mendalam dari calon pengantin duda atau janda, seperti trauma masa lalu, masalah pengasuhan anak dari pernikahan sebelumnya, konflik dengan mantan pasangan, serta kesiapan emosional untuk membina keluarga baru. Dari perspektif maṣlaḥah mursalah, praktik Bimwin Mandiri ini dinilai membawa kemaslahatan karena mampu menjawab kebutuhan riil calon pengantin dan mencegah terulangnya konflik rumah tangga atau perceraian. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya penyusunan modul khusus Bimbingan Perkawinan bagi pasangan duda atau janda yang berisi materi tentang pengelolaan trauma, integrasi keluarga campuran, manajemen konflik, dan kesiapan emosional. Selain itu, dianjurkan adanya sesi tindak lanjut pasca akad bagi pasangan yang menikah kembali untuk memastikan keberlanjutan proses pembinaan keluarga serta meningkatkan efektivitas pelayanan bimbingan di KUA
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan; Bimbingan Perkawinan; KUA | ||||||||
| Subjects: | Masalah sosial Nikah Peradilan Agama Islam |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Setia Dewi Eka Yuni Trisnata | ||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 12:24 | ||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 12:24 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89403 |
