Analisis hukum islam dan pendekatan fenomenologi terhadap makna pengalaman hidup perempuan dalam menjalani pernikahan anak : studi kasus di Kecamatan Arosbaya Bangkalan

Azhardini, Firda (2026) Analisis hukum islam dan pendekatan fenomenologi terhadap makna pengalaman hidup perempuan dalam menjalani pernikahan anak : studi kasus di Kecamatan Arosbaya Bangkalan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Firda Azhardini_05020122059 OK.pdf] Text
Firda Azhardini_05020122059 OK.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Firda Azhardini_05020122059 Full.pdf] Text
Firda Azhardini_05020122059 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2029.

Download (3MB)

Abstract

Pernikahan anak masih menjadi persoalan hukum dan sosial yang kompleks, khususnya di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, yang dipengaruhi kuat oleh tradisi dan norma keagamaan. Meskipun negara telah menetapkan batas usia minimal pernikahan, praktik pernikahan anak masih berlangsung dan sering dipandang sebagai hal wajar. Dalam konteks tersebut, perempuan kerap berada pada posisi rentan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengkaji motivasi perempuan dalam menjalani pernikahan anak serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum Islam dan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi hukum dengan perspektif Fenomenologi. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan lima perempuan yang menikah di bawah usia 19 tahun di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, dengan data primer berupa makna pengalam hidup Perempuan dalam menjalani pernikahan anak sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi perempuan dalam menjalani pernikahan anak di Arosbaya Bangkalan dipengaruhi oleh dua dimensi motif menurut Alfred Schutz, yaitu because motives dan in-order-to motives. Because motives berkaitan dengan faktor masa lalu seperti kondisi ekonomi, tekanan sosial, serta lingkungan keluarga dan budaya, sedangkan in-order-to motives berkaitan dengan harapan masa depan seperti keinginan memperoleh ketenangan, kemandirian, dan kehidupan yang lebih baik. Dalam perspektif Hukum Islam, meskipun pernikahan anak secara formal dapat dianggap sah, namun secara substantif praktik ini lebih banyak mengandung mafsadat daripada maslahah, karena belum terpenuhinya aspek kematangan (rusyd) serta berpotensi bertentangan dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga akal (hifẓ al-‘aql), jiwa (hifẓ al-nafs), keturunan (hifẓ al-nasl), dan harta (hifẓ al-māl).Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya penguatan edukasi kesiapan menikah melalui pendekatan hukum, budaya, dan keagamaan yang kontekstual. Pemerintah, lembaga keagamaan, dan KUA diharapkan berperan aktif dalam pencegahan pernikahan anak dengan tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Azhardini, Firda azhardinifirda@gmail.com 05020122059
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Sabri, Fahruddin Ali didin002211@gmail.com 2016047002
Uncontrolled Keywords: Perkawinan; Perkawinan anak; perkawinan di bawah umur
Subjects: Anak
Hukum Islam
Hukum Islam > Perkawinan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Firda Azhardini
Date Deposited: 08 Oct 2026 06:42
Last Modified: 08 Oct 2026 06:42
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89620

Actions (login required)

View Item
View Item