Marissi, Muhammad Akbar Abdullah (2026) Konsep al-Falah dalam Tafsir Adabi Ijtima'i perspektif teori Hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Akbar Abdullah Marissi_02040522042 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 September 2029.
Download (2MB)
Muhammad Akbar Abdullah Marissi_02040522042.pdf
Download (2MB)
Abstract
Konsep Al-falāh dalam Al-Qurān sering dipahami secara sempit sebagai keberuntungan akhirat semata, padahal maknanya jauh lebih luas mencakup kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat secara terpadu. Kesenjangan antara makna ideal dalam teks dengan pemahaman masyarakat yang parsial mendorong perlunya kajian ulang terhadap konsep ini. Penelitian terdahulu tentang Al-falāh masih didominasi pendekatan tematik dan komparatif yang bersifat tekstual, sehingga pemaknaannya cenderung statis dan kurang responsif terhadap tantangan zaman modern seperti krisis moral, ketimpangan sosial, dan degradasi lingkungan. Diperlukan pendekatan filosofis yang mampu menjembatani pesan normatif Al-Qurān dengan realitas kontemporer. Masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana konsep Al-falāh dalam Tafsir Adabi Ijtima’i? dan bagaimana konsep al-falāh dalam perspektif teori hermeneutika Hans-Gadamer? Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan data dari empat kitab tafsir bercorak adabi Ijtima’i, yaitu Tafsir al-Manar, al-Maraghi, al-Munir, dan al-Misbah, serta berbagai literatur pendukung lainnya dan pendekatan deskriptif- analitis kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis konsep al-falāh dalam tafsir adabi Ijtima'i perspektif teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep al-falāh dalam tafsir adabi Ijtima’i teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa al-falāh memiliki relevansi luas terhadap isu kontemporer melalui pembacaan hermeneutika Gadamer (fusi horison, sejarah efektif, dan aplikasi). Temuan menunjukkan bahwa al-falāh menuntut keadilan sosial, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, ekonomi berkeadilan, keharmonisan keluarga berbasis kesalingan (mubadalah), dan kesetaraan gender. Para mufasir seperti al-Maraghi, Rasyid Ridha, Quraish Shihab, dan Wahbah az-Zuhaili telah memberikan penafsiran yang responsif terhadap realitas zamannya. Dengan demikian, al-falāh bukanlah konsep statis, melainkan proyek kemanusiaan universal yang terus berkembang dan relevan sepanjang zaman
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Al-Falah; tafsir adabi ijtima'i; hermeneutika | ||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an > Mukjizat al Quran Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Akbar Marissi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 07:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 29 Sep 2026 07:45 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91623 |
