Beilby, Revanda Rahma (2026) Analisis indeks tingkat risiko multi bencana berbasis Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) di Pesisir Probolinggo Jawa Timur. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Revanda Rahma Beilby_09010422013 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 October 2029.
Download (6MB)
Revanda Rahma Beilby_09010422013.pdf
Download (1MB)
Abstract
Kawasan pesisir Probolinggo, Jawa Timur, menghadapi ancaman multi-bencana yang kompleks, meliputi banjir rob, gelombang ekstrem, abrasi, dan cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks tingkat ancaman, kerentanan, dan kapasitas, serta menyusun indeks risiko multi-bencana terintegrasi menggunakan metode Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) berbasis Sistem Informasi Geografis . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan acuan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI). Data primer diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara terstruktur pada sembilan kecamatan pesisir, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS, BMKG, BPBD, dan instansi terkait. Analisis spasial dilakukan menggunakan Weighted Linear Combination (WLC) setelah proses standarisasi data dengan metode benefit dan cost. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial yang signifikan pada setiap komponen. Ancaman multi-bencana tertinggi terdapat di Kecamatan Mayangan (1,00), disusul Tongas dan Gending (0,91). Kerentanan tertinggi berada di Kecamatan Kraksaan (0,85) yang dipengaruhi dominasi kerentanan sosial dan fisik, serta Gending (0,76) akibat kerentanan ekonomi dan lingkungan. Sementara itu, kapasitas tertinggi terdapat di Kecamatan Paiton dan Kraksaan (1,00) yang didukung oleh regulasi, kelembagaan, dan infrastruktur mitigasi yang lebih baik. Integrasi SMCE-WLC menghasilkan klasifikasi risiko multi-bencana, dengan Kecamatan Gending (1,00) dan Dringu (0,87) berada pada kategori risiko tinggi, sedangkan Paiton (0,09) dan Kademangan (0,10) termasuk kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tingginya ancaman, kerentanan, dan rendahnya kapasitas menjadi faktor utama pembentuk risiko, terutama di wilayah pesisir tengah. Temuan ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam perumusan strategi pengurangan risiko bencana dan pengelolaan wilayah pesisir yang lebih efektif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Risiko; multi-bencana; pesisir; SMCE | ||||||||||||
| Subjects: | Ilmu Kelautan Lingkungan Hidup |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Ilmu Kelautan | ||||||||||||
| Depositing User: | Revanda beilby | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 04:09 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 04:10 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92055 |
