Rohmah, Difa' Qoniatur (2026) Pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) IAA dan BAP terhadap induksi tunas serta kandungan fenolik dan flavonoid tanaman Stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) secara in vitro. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Difa' Qoniatur Rohmah_09040122051 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 October 2029.
Download (3MB)
Difa' Qoniatur Rohmah_09040122051.pdf
Download (1MB)
Abstract
Stevia rebaudiana merupakan tanaman obat yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri yang berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Kultur jaringan dapat digunakan sebagai alternatif produksi metabolit sekunder melalui penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) auksin dan sitokinin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi IAA dan BAP terhadap induksi tunas serta kandungan fenolik dan flavonoid tanaman S. rebaudiana. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Eksplan berupa nodus S. rebaudiana ditanam pada media MS dengan penambahan IAA (0,5; 1; 1,5 ppm) dan BAP (1; 2; 3 ppm). Pengamatan induksi tunas dilakukan selama 5 minggu. Analisis kadar fenolik dan flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney, sedangkan kadar fenolik dan flavonoid dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan perlakuan terhadap waktu tumbuh tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, berat basah, berat kering, kadar fenolik, dan flavonoid (p < 0,05). Persentase pembentukan tunas terbaik terdapat pada perlakuan B ( BAP 1 ppm + IAA 0,5 ppm), E (BAP 2 ppm + IAA 0,5 ppm), dan I (BAP 3 ppm + IAA 1 ppm) dengan keberhasilan 100%. Waktu tercepat muncul tunas terjadi pada perlakuan D (BAP 1 ppm + IAA 1,5 ppm), yaitu 2 HST. Perlakuan I (BAP 3 ppm + IAA 1 ppm) menghasilkan jumlah tunas terbanyak (5,333 tunas) serta berat basah dan berat kering tertinggi, masing-masing 0,125 gram dan 0,047 gram. Sementara itu, perlakuan B ( BAP 1 ppm + IAA 0,5 ppm) menghasilkan panjang tunas, diameter batang, jumlah daun, kadar fenolik, dan flavonoid total tertinggi, yaitu 2,433 cm; 0,750 cm; 26 daun; 6,542 ppm; dan 51,336 ppm.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Benzyl amino purine; fenolik; flavonoid; indole acetic acid; induksi tunas; tanaman Stevia | ||||||||||||
| Subjects: | Biologi Perkebunan Pertanian |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Biologi | ||||||||||||
| Depositing User: | Difa' Qoniatur Rohmah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:05 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:05 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92362 |
