Makna fitnah dalam tafsir Kementerian Agama RI: studi teori al-Wujuh wa an-Nazair Ibnu al-Jauzi

Bariroh, Najwa (2026) Makna fitnah dalam tafsir Kementerian Agama RI: studi teori al-Wujuh wa an-Nazair Ibnu al-Jauzi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Najwa Bariroh_07020322066 full.pdf] Text
Najwa Bariroh_07020322066 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2029.

Download (2MB)
[thumbnail of Najwa Bariroh_07020322066.pdf] Text
Najwa Bariroh_07020322066.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran makna lafaz fitnah di Indonesia. Masyarakat secara populer memahami fitnah berdasarkan definisi KBBI (tuduhan palsu/berita bohong), sehingga ayat seperti Q.S. al-Baqarah [2]: 191 kerap disalahgunakan sebagai dalil bahwa hoaks lebih kejam daripada pembunuhan fisik. Padahal, lafaz fitnah dalam al-Qur'an merupakan kata polisemis yang memiliki keragaman makna konseptual yang sangat luas. Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana klasifikasi makna fitnah dalam Tafsir Ringkas Kemenag RI melalui perspektif teori al-wujūh wa an-naẓāʾir Ibn al-Jauzī, serta bagaimana relevansi penafsiran tersebut dalam mengoreksi salah kaprah pemaknaan fitnah di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif berbasis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan semantik aplikatif digunakan dengan menjadikan teori al-wujūh wa an-naẓāʾir milik Ibn al-Jauzī dalam kitab Nuzhat al-Aʿyūn al-Nawāẓir sebagai pisau analisis utama untuk membedah data primer, yaitu Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 60 kali kemunculan lafaz fitnah dan derivasinya di dalam al-Qur'an, Tafsir Ringkas Kemenag RI mengklasifikasikannya ke dalam 18 varian makna (wujūh). Varian makna yang paling dominan muncul adalah "cobaan" (18 kali) dan "ujian" (13 kali). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tafsir Kemenag RI memiliki relevansi teoretis dan praktis yang kuat dalam meluruskan bias pemahaman publik. Produk tafsir resmi negara ini menegaskan bahwa lafaz fitnah pada ayat-ayat yang sering disalahpahami (seperti QS. al-Baqarah: 191 dan 217) esensinya merujuk pada tindakan kemusyrikan, intimidasi iman, dan penganiayaan sistemik, bukan sekadar tuduhan palsu atau penyebaran berita bohong.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Bariroh, Najwa njwbariroh@gmail.com 07020322066
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Muzammil, Iffah iffahmuzammil@gmai.com 2013076902
Uncontrolled Keywords: Fitnah; tafsir Kemenag RI; al-Wujuh wa an-Nazair; Ibnu al-Jauzi
Subjects: Al Qur'an
Transliterasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Najwa Bariroh
Date Deposited: 07 Aug 2026 03:06
Last Modified: 07 Aug 2026 03:06
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92426

Actions (login required)

View Item
View Item