Mazid, Muhammad Azmi Aulia' Rohman Al (2026) Validitas kesaksian rukyatulhilal perspektif hukum Islam dan astronomi: studi tentang rukyatulhilal ramadan 1446 H. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Azmi Aulia' Rohman Al Mazid_05050622043.pdf
Download (3MB)
Muhammad Azmi Aulia' Rohman Al Mazid_05050622043_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 August 2029.
Download (3MB)
Abstract
Penetapan awal Ramadan 1446 H di Aceh menimbulkan perdebatan karena adanya kesaksian rukyatulhilal dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung, sementara posisi hilal berdasarkan hisab berada pada batas minimal visibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas kesaksian rukyatulhilal Ramadan 1446 H di Aceh dalam perspektif Hukum Islam dan astronomi. Fokus penelitian diarahkan pada kesesuaian antara data kesaksian rukyat, ketentuan syahadah dalam fikih, data hisab, dan kondisi observasi pada saat rukyat dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Hukum Islam dan pendekatan astronomi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan saksi rukyatulhilal Ramadan 1446 H di Lhoknga, Aceh, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur fikih dan data hisab terkait visibilitas hilal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan menilai kesaksian berdasarkan konsep syahadah dalam fikih, kemudian mengujinya dengan parameter astronomi dan data visibilitas hilal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesaksian rukyatulhilal Ramadan 1446 H di Aceh dapat dinilai sesuai dengan ketentuan penerimaan kesaksian dalam perspektif Hukum Islam. Hal ini didasarkan pada terpenuhinya syarat-syarat saksi, kecukupan jumlah saksi dalam kondisi ghaim, serta adanya proses sumpah dan penerimaan oleh otoritas dalam sidang isbat. Tidak adanya dokumentasi visual tidak menjadi syarat dalam penerimaan kesaksian menurut hukum Islam, melainkan menjadi catatan dalam konteks verifikasi astronomis-modern. Dalam perspektif astronomi, kesaksian tersebut dapat dinilai tidak bertentangan dengan parameter visibilitas hilal karena posisi hilal berada di atas ufuk dengan ketinggian dan elongasi yang memenuhi batas minimal kriteria MABIMS. Arah dan waktu pengamatan yang disampaikan narasumber juga sesuai dengan data hisab. Meskipun demikian, posisi hilal berada pada kategori marginal visibility, sehingga hilal masih mungkin terlihat secara astronomis, tetapi belum berada pada kondisi keterlihatan yang ideal. Penelitian ini menegaskan bahwa rukyat dan hisab perlu ditempatkan dalam hubungan yang saling mendukung dalam penetapan awal bulan Hijriah. Hisab berfungsi sebagai alat verifikasi terhadap kemungkinan visibilitas hilal, sedangkan rukyat tetap memiliki kedudukan penting sebagai dasar penetapan awal bulan dalam praktik keagamaan. Pengembangan penelitian selanjutnya perlu diarahkan pada penggunaan dokumentasi visual hilal sebagai penguat kesaksian dalam konteks verifikasi empiris, tanpa menempatkannya sebagai syarat penerimaan kesaksian dalam hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Awal bulan hijriah; hukum Islam; astronomi | ||||||||
| Subjects: | Astronomi Hukum Islam Falak |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Azmi Aulia' Rohman Al Mazid | ||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:48 | ||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 01:48 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92460 |
