Sajidah, Hamnah (2026) "Islam KTP" perspektif majelis tarjih dan tajdid Muhammadiyah: studi makna kafir dalam tafsir at-Tanwir. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Hamnah Sajidah_07020322043.pdf
Download (3MB)
Hamnah Sajidah_07020322043_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 August 2029.
Download (3MB)
Abstract
Fenomena kesenjangan identitas keagamaan dengan pengamalan ajaran agama, dalam konteks umat Islam Indonesia, disebut dengan istilah Islam KTP. Fenomena ini merupakan derivasi dari fenomena abangan yang berkembang hingga ke masyarakat urban, di mana membentuk orang-orang yang beragama Islam dalam dokumen kewarganegaraan tetapi tidak menjalankan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah tafsir karya Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernama Tafsir At-Tanwir merespons fenomena Islam KTP dalam penafsiran ayat-ayat tentang kafir, yakni pada QS. Al-Baqarah [2]: 6–7 dan 168–171. Secara eksplisit kedua ayat tersebut menggunakan istilah Islam KTP dan Islam hanya di KTP saja dalam penafsirannya. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada (1) Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang kafir dalam Tafsir At-Tanwir? dan (2) Bagaimana pandangan MTT dalam Tafsir At-Tanwir terhadap Islam KTP dan implikasinya terhadap keberagamaan di Indonesia? Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana makna istilah kafir dalam Tafsir At-Tanwir dan menganalisis pandangan MTT terhadap Islam KTP beserta implikasinya dalam realitas keberagamaan di Indonesia. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif yang berbasis studi kepustakaan atau library research. Studi kepustakaan dilakukan pada dua jenis sumber data, yakni data primer berupa penafsiran QS. Al-Baqarah [2]: 6–7 dan 168–171 dalam Tafsir At-Tanwir dan sumber sekunder berupa penafsiran ayat tersebut dalam Tafsir T}abari>, Tafsir Al-Manar dan Tafsir Al-Azhar; berbagai situs web resmi Muhammadiyah dan Majelis Tarjih Muhammadiyah; beserta literatur akademik lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan dengan teori hermeneutika Gadamer melalui konsep fusion of horizon karena makna kafir dan pandangan MTT terhadap Islam KTP dalam Tafsir At-Tanwir merupakan produk fusi atau peleburan antara horizon teks Al-Qur’an dengan horizon penafsir (MTT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran QS. Al-Baqarah [2]: 6–7 dan 168–171 dalam Tafsir At-Tanwir memosisikan orang-orang kafir yang berasal dari orang-orang musyrik, ahlulkitab dan Islam KTP sebagai kelompok dengan pola sikap yang sama, yakni secara sadar menutup diri dari kebenaran. MTT memandang Islam KTP sebagai bentuk kontemporer dari kufr al-nifa>q dan sebagai sebuah proses yang terjadi akibat mengikuti petunjuk setan secara gradual hingga berpuncak pada kekafiran. Kedua pandangan ini berimplikasi pada dua problem keberagamaan di Indonesia, yakni meredam fenomena takfiri karena pelabelan Islam KTP, munafik dan kafir terhadap sesama muslim tidak dibenarkan secara teologis dan di sisi lain, pandangan ini mendorong refleksi kritis atas kesenjangan praktik keagamaan yang dapat berdampak buruk pada moral masyarakat secara keseluruhan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Islam KTP; tafsir at-Tanwir; Muhammadiyah; hermeneutika gadamer | ||||||||
| Subjects: | Muhammadiyah Sosiologi > Sosiologi Agama Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Hamnah Sajidah | ||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 08:06 | ||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 08:06 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93097 |
