Zaki, KGS. Muhammad (2026) Makna term dhikr dalam weltanschauung al-Qur'an: perspektif semantik Toshihiko Izutsu. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
KGS. Muhammad Zaki_02240524010 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2029.
Download (3MB)
KGS. Muhammad Zaki_02240524010.pdf
Download (3MB)
Abstract
Term dhikr dengan akar kata ذ-ك-ر dalam al-Qur'an hadir sebanyak 292 kali dalam berbagai bentuk morfologis, tersebar di 71 surah dan 264 ayat. Pemahaman tentang dhikr di kalangan umat Islam kontemporer cenderung terbatas pada praktik ritual verbal seperti wirid dan majelis dhikr. Padahal Al-Qur'an membangun makna dhikr jauh melampaui itu: ia menjadi nama bagi Al-Qur'an sendiri, menggambarkan fungsi kenabian, menunjuk pada ketenangan hati, masuk ke dalam prosedur hukum dan sosial, serta menjadi alat pengingat sejarah umat. Kesenjangan antara luasnya makna dhikr dalam Al-Qur'an dan sempitnya pemahaman yang berkembang inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini menjawab dua rumusan masalah: bagaimana makna term dhikr dalam weltanschauung Al-Qur'an perspektif semantik Toshihiko Izutsu, dan bagaimana implikasi temuan tersebut terhadap pemahaman keislaman kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif kepustakaan dengan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu sebagai kerangka teori utama. Analisis dilakukan melalui enam langkah: penetapan makna dasar, analisis sintagmatik, analisis paradigmatik, pemetaan medan semantik, penelusuran makna sinkronik-diakronik, hingga rekonstruksi weltanschauung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dhikr dalam weltanschauung Al-Qur'an adalah orientasi hidup yang menyeluruh, yaitu kondisi kesadaran aktif yang seluruh dimensi kehidupan manusia, mencakup dimensi teologis, kognitif, batiniah, ibadah, dan karunia, bertumpu pada dan kembali kepada Allah sebagai titik pusatnya, dipelihara melalui relasi timbal balik antara manusia dan Allah dengan wahyu dan kenabian sebagai mediatornya. Selain itu, ditemukan bahwa term dhikr dalam Al-Qur'an lebih dominan merujuk pada aktivitas batiniah daripada zahiriyyah atau lisan. Temuan ini membawa implikasi teoretik bahwa pemahaman dhikr tidak bisa dibatasi pada dimensi ritual semata, melainkan harus mencakup seluruh dimensi sebagaimana Al-Qur'an bangun melalui sistem konseptualnya sendiri.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Term dhikr; weltanschauung; al-Qur'an; semantik; toshihiko izutsu | ||||||||||||
| Subjects: | Pemikiran | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Bujang KGS. Muhammad Zaki | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 06:46 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 06:46 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93150 |
