Arifin, Dian Jayadi (2026) Andadan dalam al-Qur’an & relevansinya dengan fenomena kultus idola perspektif double movement Fazlur Rahman. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dian Jayadi Arifin_07010321005 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2029.
Download (1MB)
Dian Jayadi Arifin_07010321005.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep andādan dalam Al-Qur’an serta relevansinya dengan fenomena pengultusan idola K-Pop melalui pendekatan teori Double Movement Fazlur Rahman. Istilah andādan secara etimologis berasal dari kata nidd yang berarti tandingan, sekutu, atau sesuatu yang disamakan dengan Allah. Dalam konteks historis masyarakat Arab pra-Islam, andādan merujuk pada berhala dan sesembahan yang dijadikan tandingan bagi Allah dalam aspek penyembahan, kecintaan, ketaatan, dan pengagungan. Seiring perkembangan zaman, bentuk andādan tidak lagi terbatas pada berhala fisik, tetapi dapat muncul dalam berbagai fenomena kehidupan modern, termasuk pengultusan figur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana problematika pengultusan idola K-Pop dikaitkan dengan penafsiran ayat-ayat andādan; dan (2) bagaimana kontekstualisasi ayat-ayat andādan dikaitkan dengan pengultusan idola K-Pop menggunakan pendekatan teori Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode tafsir maudhu’i (tematik). Data primer penelitian berupa ayat-ayat andādan dalam QS. al-Baqarah [2]:22, QS. al-Baqarah [2]:165, QS. Ibrahim [14]:30, QS. Saba’ [34]:33, QS. az-Zumar [39]:8, dan QS. Fuṣṣilat [41]:9, yang dianalisis menggunakan teori Double Movement Fazlur Rahman. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu memahami makna ayat berdasarkan konteks historis turunnya ayat dan merumuskan nilai moral universal untuk diaplikasikan pada realitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep andādan dalam Al-Qur’an tidak hanya merujuk pada penyembahan berhala secara fisik, tetapi juga mencakup segala bentuk kecintaan, ketaatan, pengagungan, dan ketergantungan kepada selain Allah yang melampaui batas. Dalam fenomena pengultusan idola K-Pop ditemukan adanya kecenderungan fanatisme, ketergantungan emosional, serta loyalitas berlebihan yang berpotensi menggeser prioritas keagamaan dan nilai-nilai tauhid. Melalui pendekatan Double Movement, penelitian ini menemukan bahwa nilai moral universal dari ayat-ayat andādan adalah menjaga kemurnian tauhid, menempatkan cinta secara proporsional, menghindari fanatisme buta, dan tidak menjadikan sesuatu selain Allah sebagai pusat pengabdian. Dengan demikian, fenomena pengultusan idola K-Pop dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi modern dari andādan ketika kecintaan dan pengagungan terhadap idola melampaui batas yang sewajarnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pengultusan idola; al-Qur’an; hermeneutika; double movement; Fazlur Rahman | ||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an > Asbabun Nuzul Al Qur'an |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Dian Jayadi Arifin Arifin | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 04:43 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 04:43 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93168 |
