Klasifikasi citra ultrasonografi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menggunakan vision transformer

Mevia, Sheika Tri (2026) Klasifikasi citra ultrasonografi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menggunakan vision transformer. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Sheika Tri Mevia_09040222067 full.pdf] Text
Sheika Tri Mevia_09040222067 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.

Download (3MB)
[thumbnail of Sheika Tri Mevia_09040222067.pdf] Text
Sheika Tri Mevia_09040222067.pdf

Download (3MB)

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin
utama penyebab infertilitas pada wanita usia reproduktif. Kondisi ini ditandai oleh banyaknya kista kecil pada ovarium yang memicu ketidakseimbangan hormon, mengganggu metabolisme, dan proses ovulasi. World Health Organization (WHO) melaporkan sekitar 70% kasus PCOS belum terdiagnosis, sehingga diperlukan deteksi dini yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyakit PCOS menggunakan metode Vision Transformer (ViT), salah satu algoritma deep learning. Data yang digunakan berupa citra ultrasonografi (USG) ovarium yang diambil dari Kaggle. ViT dipilih karena memiliki kemampuan dalam memproses data citra secara global dan mempelajari representasi visual yang lebih kompleks. Penelitian ini juga menerapkan dua pendekatan penanganan ketidakseimbangan data secara terpisah, yaitu augmentasi data dan SMOTETomek, untuk mengetahui pengaruh masing-masing terhadap performa model. Hasil pengujian menunjukkan bahwa augmentasi data menghasilkan performa terbaik, yaitu akurasi 96.5%, sensitivitas 98.43%, spesifisitas 88.96%, dan F1-score 97.82%, dari hasil tuning
hyperparameter terbaik berupa num layers = 4, num heads = 8,
mlp dim = 512, dropout rate = 0.1, learning rate = 0.0003,
batch size = 16, dan epoch = 20. Sementara itu, SMOTETomek
menghasilkan akurasi 94.62%, sensitivitas 96.08%, spesifisitas 88.96%, dan F1-score 96.61%, dari hasil tuning hyperparameter terbaik berupa num layers = 4, num heads = 4, mlp dim = 1024, dropout rate = 0.1, learning rate = 0.0003, batch size = 16, dan epoch = 7. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penanganan ketidakseimbangan data melalui augmentasi lebih efektif dibandingkan SMOTETomek dalam meningkatkan performa klasifikasi ViT. Secara keseluruhan, penelitian ini
membuktikan bahwa ViT mampu mengklasifikasikan citra USG ovarium penderita PCOS dengan akurasi tinggi, sehingga berpotensi digunakan sebagai alat bantu deteksi dini PCOS yang lebih efektif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Mevia, Sheika Tri sheizzth@gmail.com 09040222067
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Asyhar, Ahmad Hanif hanif@uinsa.ac.id 198601232014031001
Thesis advisor Hakim, Lutfi lutfihakimbungah@gmail.com 2025127301
Uncontrolled Keywords: Klasifikasi; ovarium; PCOS; vision transformer
Subjects: Kesehatan
Kesehatan
Matematika
Reproduksi Manusia
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Matematika
Depositing User: Sheika Mevia
Date Deposited: 12 Aug 2026 05:07
Last Modified: 12 Aug 2026 05:07
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93675

Actions (login required)

View Item
View Item