Studi kritik etika shannon vallor terhadap artificial moral agent (AMA)

Alwi, Muhammad Abdul Rosmi (2026) Studi kritik etika shannon vallor terhadap artificial moral agent (AMA). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Muhammad Abdul Rosmi Alwi_E91219086.pdf] Text
Muhammad Abdul Rosmi Alwi_E91219086.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Muhammad Abdul Rosmi Alwi_E91219086_Full.pdf] Text
Muhammad Abdul Rosmi Alwi_E91219086_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2029.

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang kajian berangkat dari problematika atribusi agensi moral pada mesin akibat reduksionisme komputasional, suatu kondisi yang berisiko mengaburkan kompleksitas ontologis serta kapasitas kognitif dan moral manusia. Evaluasi kritis terhadap postulat Shannon Vallor mengenai Artificial Moral Agent (AMA) dilakukan melalui pendekatan filosofis kualitatif berbasis kepustakaan, dengan memadukan analisis konseptual dan kritik normatif. Hasil analisis mengindikasikan adanya keterbatasan signifikan pada mesin, terutama terkait ketiadaan phronesis dan keterlibatan eksistensial autentik sebagai prasyarat kesadaran etis. Absennya dimensi ontologis tersebut mengindikasikan keterbatasan paradigma value alignment konvensional dalam menghadapi opasitas teknososial (technosocial opacity) sistem otonom modern. Kajian ini menegaskan tantangan etis utama bukanlah anomali komputasional, melainkan risiko moral deskilling, yakni penurunan kualitas penilaian moral akibat pendelegasian deliberasi etis secara tidak kritis kepada arsitektur non-sentien. Secara teoretis, kajian tersebut menegaskan urgensi pergeseran menuju etika kebajikan teknomoral (technomoral virtue ethics) demi mempertahankan kapasitas reflektif manusia dalam mengambil keputusan etis. Merespons hal tersebut, diperlukan integrasi gesekan deliberatif (deliberative friction) ke dalam arsitektur kecerdasan buatan. Penerapan mekanisme tersebut bertujuan mencegah pasivitas epistemik sekaligus mendorong sikap evaluatif terhadap kalkulasi probabilistik sistem, serta mempertegas batas antara simulasi sintaksis mesin dan pemahaman semantik manusia. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pelestarian ketajaman moral manusia merupakan prasyarat fundamental yang tidak dapat direduksi sekadar menjadi persoalan teknis dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Alwi, Muhammad Abdul Rosmi muhammadalwi323456@gmail.com E91219086
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Ja’far, Suhermanto suhermanto.jafar@gmail.com 2020086701
Uncontrolled Keywords: Artificial moral agent; gesekan deliberatif; moral deskilling; phronesis; reduksionisme komputasional
Subjects: Etika
Teknologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Abdul Rosmi Alwi
Date Deposited: 07 Aug 2026 02:03
Last Modified: 07 Aug 2026 02:03
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93786

Actions (login required)

View Item
View Item