Jihad perempuan dalam ibadah haji: kajian ma’anil hadith sunan ibnu majah nomor indeks 2901

Firdaus, Fadila amalia (2026) Jihad perempuan dalam ibadah haji: kajian ma’anil hadith sunan ibnu majah nomor indeks 2901. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Fadila Amalia Firdaus_E95219074.pdf] Text
Fadila Amalia Firdaus_E95219074.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Fadila Amalia Firdaus_E95219074_Full.pdf] Text
Fadila Amalia Firdaus_E95219074_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 August 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemahaman tekstual yang mengidentikkan jihad semata-mata dengan aktivitas fisik, angkat senjata, peperangan, dan militer. Doktrin historis tersebut sering kali memunculkan pandangan ekstremis sekaligus mengesampingkan peran serta kontribusi perempuan dalam ranah jihad. Padahal, esensi jihad dalam Islam bersifat universal dan mencakup berbagai dimensi kehidupan. Melalui pertanyaan Sayyidah Aisyah r.a. mengenai kewajiban jihad bagi wanita, Rasulullah SAW menegaskan sebuah bentuk alternatif perjuangan, yakni ibadah haji dan umrah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas, menganalisis pemaknaan matan (asbabul wurud), serta mendalami implikasi kontekstual dari hadis riwayat Sunan Ibnu Majah nomor indeks 2901 mengenai jihad perempuan dalam ibadah haji. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diambil dari kitab Sunan Ibnu Majah nomor indeks 2901 , sedangkan data sekunder bersumber dari kitab-kitab syarah, buku, serta jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik takhrij al-hadis dan i'tibar untuk menguji validitas sanad serta matan , dilanjutkan dengan analisis kontekstual menggunakan teori Ma'ani al-Hadis serta teori Double Movement yang digagas oleh Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hadis tentang jihad perempuan dalam ibadah haji memiliki kedudukan penting dan status kehujjahan yang kuat untuk dijadikan sebagai dalil hukum. Dari segi pemaknaan matan, hadis ini menegaskan keistimewaan ibadah haji dan umrah di mata Allah SWT , bukan merupakan pembatasan atau marginalisasi peran perempuan. Haji dipandang setara dengan jihad dalam makna spiritual karena pada masa klasik, perjalanan menuju Makkah menuntut pengorbanan harta, fisik, mental, serta risiko keamanan yang sangat besar bagi perempuan. Implikasi dari analisis Double Movement berhasil menarik nilai moral universal hadis ke dalam konteks modern, makna jihad bagi perempuan tidak terbatas pada ruang literal masa lalu, melainkan meluas menjadi segala bentuk perjuangan positif demi kemaslahatan umat, seperti menuntut ilmu, penguatan moral keluarga, dakwah, pelayanan sosial, ekonomi, maupun pengabdian positif di tengah masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Firdaus, Fadila amalia afirda079@gmail.com E95219074
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Rochmawati, Ida rochmawati ida2rahma@gmail.com, idarahma@uinsa.ac.id 2123017602
Uncontrolled Keywords: Jihad perempuan; haji; ma'ani al-hadis; Sunan Ibnu Majah; double movemen
Subjects: Haji
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Fadila amalia firdaus
Date Deposited: 10 Aug 2026 02:30
Last Modified: 10 Aug 2026 02:30
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93803

Actions (login required)

View Item
View Item