Husni, Abd. Halimul (2026) Ngambek Haji dan Umroh pada tradisi masyarakat Klampis Madura: kajian living hadis riwayat Ahmad no. indeks 1652 melalui pendekatan teori sosial Max Weber. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Abd. Halimul Husni _07030522062 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2029.
Download (2MB)
Abd. Halimul Husni _07030522062.pdf
Download (2MB)
Abstract
Tradisi Ngambek Haji dan Umroh merupakan salah satu tradisi yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura. Tradisi ini dilakukan dengan cara menjemput dan menyambut jamaah haji maupun umroh yang kembali dari Tanah Suci sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, dan sarana mempererat hubungan sosial. Keberadaan tradisi tersebut menarik untuk dikaji karena memiliki keterkaitan dengan hadis Nabi Muhammad saw. tentang penyambutan musafir, khususnya hadis riwayat Ahmad No. Indeks 1652. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat Klampis terhadap hadis tentang menjemput jamaah haji dan umroh, menganalisis tradisi Ngambek dalam perspektif living hadis, serta mengidentifikasi motif masyarakat dalam melaksanakan tradisi tersebut melalui perspektif tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan living hadis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi Ngambek. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teori yang digunakan adalah teori living hadis untuk menganalisis resepsi masyarakat terhadap hadis serta teori tindakan sosial Max Weber untuk mengkaji motif tindakan masyarakat dalam melaksanakan tradisi Ngambek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Klampis terhadap hadis tentang penyambutan musafir tidak selalu diperoleh melalui pemahaman tekstual terhadap hadis riwayat Ahmad No. Indeks 1652. Sebagian masyarakat mengetahui dasar keagamaan tradisi tersebut melalui pengajaran para ulama dan tokoh agama, sementara sebagian lainnya memahami nilai-nilai hadis melalui tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi Ngambek Haji dan Umroh merupakan bentuk living hadis karena nilai-nilai yang terkandung dalam hadis tentang penyambutan musafir telah terinternalisasi dan diwujudkan dalam praktik sosial masyarakat. Berdasarkan analisis teori tindakan sosial Max Weber, ditemukan empat motif yang melatarbelakangi pelaksanaan tradisi Ngambek, yaitu rasionalitas nilai (wertrational), rasionalitas instrumental (zweckrational), tindakan afektif (affectual action), dan tindakan tradisional (traditional action). Dari keempat kategori tersebut, motif rasional nilai dan tindakan tradisional merupakan motif yang paling dominan. Dengan demikian, tradisi Ngambek menunjukkan bahwa hadis tidak hanya hadir sebagai teks normatif, tetapi juga hidup dan berkembang dalam bentuk praktik sosial keagamaan yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Klampis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ngambek; Haji dan Umroh; living Hadis; masyarakat; hadis riwayat Ahmad No. 1652; teori tindakan sosial Max Weber | ||||||||
| Subjects: | Haji Hadis Tradisi |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | ABD. Halim Husni | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:32 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:32 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94091 |
