Risa, Zakiyatur (2026) Fenomena tabarruj di media social: analisis hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Zakiyatur Risa_E73219070.pdf
Download (4MB)
Zakiyatur Risa_E73219070_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 August 2029.
Download (4MB)
Abstract
Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam bukan hanya berfungsi sebagai pedoman ibadah ritual, melainkan juga sebagai panduan komprehensif dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan. Salah satu persoalan yang dibahas secara eksplisit dalam al-Qur'an adalah perihal perilaku tabarruj, yakni cara berpenampilan atau berhias diri yang berlebihan dan menonjolkan kecantikan di hadapan khalayak umum. Isu ini ternyata tidak hanya relevan pada masa turunnya wahyu, melainkan terus menghadirkan perdebatan dan pertanyaan di tengah kehidupan modern yang sarat dengan pengaruh globalisasi, media sosial, dan industrialisasi mode. Fenomena ini menimbulkan perdebatan antara norma agama yang melarang tabarruj dengan realitas sosial kontemporer yang menuntut eksistensi diri di ranah digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis fenomena tabarruj di media sosial menggunakan pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman, yang berupaya menjembatani makna teks-teks normatif (Al-Qur’an dan Hadis) tentang tabarruj dengan konteks sosial masa kini melalui dua gerakan: memahami makna historis-ideal teks pada masa turunnya, kemudian menarik nilai universalnya kedalam konteks kekinian. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang tergolong dalam penelitian kualitatif. Sumber primer dari penelitian ini adalah al-Qur’an dan karya Fazlur Rahman tentang metode double movement, didukung sumber sekunder berupa kitab tafsir, hadis, dan literatur terkait media sosial serta perilaku digital. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa Tabarruj di media sosial merupakan bentuk baru dari perilaku menampakkan perhiasan atau kecantikan yang secara substansi memiliki kesamaan nilai dengan larangan tabarruj dalam al-Qur’an. Melalui pendekatan double movement, ditemukan bahwa nilai ideal moral dari larangan tabarruj adalah menjaga kehormatan diri, menghindari eksploitasi tubuh, dan mencegah dampak sosial negatif seperti objektifikasi perempuan. Nilai ini tetap relevan diterapkan dalam konteks media sosial dengan penyesuaian bentuk implementasi, seperti kesadaran etika berbusana di media sosial dan kehati-hatian dalam mengunggah konten pribadi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tabarruj; media sosial; Fazlur Rahman | ||||||||
| Subjects: | Al Qur'an > Asbabun Nuzul Biografi Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | ZAKIYATUR RISA | ||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 01:26 | ||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 01:26 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94282 |
