Analisis hukum Islam terhadap penerimaan uang hasil maysir dalam transaksi jual beli di warung kopi: studi kasus pemain latoto di Kelurahan Kebomas Gresik

Ahmad, Ahsin 'Aqil (2026) Analisis hukum Islam terhadap penerimaan uang hasil maysir dalam transaksi jual beli di warung kopi: studi kasus pemain latoto di Kelurahan Kebomas Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Ahsin 'Aqil ahmad_05020221034 full.pdf] Text
Ahsin 'Aqil ahmad_05020221034 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 September 2029.

Download (2MB)
[thumbnail of Ahsin 'Aqil ahmad_05020221034.pdf] Text
Ahsin 'Aqil ahmad_05020221034.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum Islam terhadap penerimaan uang hasil maysir dalam transaksi jual beli di warung kopi (Studi Kasus Pemain Latoto di Kelurahan Kebomas Kabupaten Gresik). Fokus penelitian ini diarahkan pada dua aspek utama, yaitu mekanisme penerimaan uang dalam transaksi jual beli, serta analisis hukum Islam terhadap status uang yang diduga berasal dari aktivitas yang mengandung unsur maysir. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik warung kopi dan pelanggan, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur fiqh mu’āmalah, kitab-kitab klasik dan kontemporer, serta jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pola pikir induktif yang dikaitkan dengan teori jual beli (bai’), teori maisir, dan konsep ḥifẓ al-māl dalam kerangka maqāṣid al-syari‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme transaksi jual beli di warung kopi tetap berlangsung sebagaimana praktik pada umumnya, yaitu melalui akad ijab dan qabul yang memenuhi rukun dan syarat jual beli, sehingga sah secara hukum Islam. Namun, permasalahan muncul pada asal-usul uang yang digunakan pelanggan, yang dalam beberapa kasus diduga berasal dari permainan Latoto yang mengandung unsur maysir. Dalam perspektif hukum Islam, uang hasil maisir termasuk harta yang haram dan tidak sah secara kepemilikan. Oleh karena itu, apabila pemilik warung kopi mengetahui secara pasti bahwa uang tersebut berasal dari maysir, maka penerimaannya tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan prinsip kehalalan harta dalam Islam. Sebaliknya, apabila tidak terdapat pengetahuan yang jelas mengenai asal-usul uang tersebut, maka penerimaannya tidak menimbulkan konsekuensi hukum. Penelitian ini menegaskan bahwa keabsahan transaksi dalam Islam tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat akad, tetapi juga oleh kehalalan sumber harta yang digunakan. Oleh karena itu, prinsip ḥifẓ al-māl dan kehati-hatian (الاحتياط) menjadi landasan penting dalam menjaga keberkahan harta dalam aktivitas muamalah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Ahmad, Ahsin 'Aqil aqilbos8@gmail.com 050202212034
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Fageh, Achmad ach.fageh@uinsby.ac.id 0703067304
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; uang hasil maysir; jual beli; pemain latoto
Subjects: Hukum Islam
Jual Beli
Judi, Perjudian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ahsin 'Aqil Ahmad
Date Deposited: 07 Sep 2026 05:42
Last Modified: 07 Sep 2026 05:42
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94326

Actions (login required)

View Item
View Item