Abuwidad, Ahmad Majdi Thoriq (2026) Pelestarian alam dalam al-qur’an dan relevansinya terhadap etika mountaineering: analisis tafsir maqāṣidī Abdul Mustaqim atas QS. al-A‘rāf [7]: 56 dan QS. Hūd [11]: 61). Undergraduate thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.
Ahmad Majdi Thoriq Abuwidad_07020322031.pdf
Download (3MB)
Ahmad Majdi Thoriq Abuwidad_07020322031_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2029.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya berbagai bentuk kerusakan lingkungan di kawasan pegunungan akibat aktivitas manusia, seperti penumpukan sampah, perusakan vegetasi, dan pencemaran sumber air. Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya penguatan nilai-nilai pelestarian alam yang berlandaskan ajaran al-Qur’an. Dalam konteks ini, QS. al-A‘rāf [7]: 56 dan QS. Hūd [11]: 61 dipandang memiliki relevansi dalam membangun kesadaran ekologis dan etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran kedua ayat tersebut dalam perspektif tafsīr maqāṣidī Abdul Mustaqim serta mengkaji relevansinya terhadap etika mountaineering. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari al-Qur’an dan karya Abdul Mustaqim, terutama Argumentasi Keniscayaan Tafsir Maqāṣidī sebagai Basis Moderasi Islam. Analisis dilakukan menggunakan teori dan metodologi tafsīr maqāṣidī yang menekankan penggalian tujuan, hikmah, dan nilai kemaslahatan di balik teks al-Qur’an melalui pendekatan maqāṣid al-Qur’ān dan maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-A‘rāf [7]: 56 mengandung larangan melakukan kerusakan (fasād) di bumi sebagai bentuk perlindungan terhadap keseimbangan ekologis, sedangkan QS. Hūd [11]: 61 menegaskan amanah isti‘mār al-arḍ, yaitu kewajiban manusia untuk memakmurkan dan mengelola bumi secara bertanggung jawab. Dalam perspektif tafsīr maqāṣidī Abdul Mustaqim, kedua ayat tersebut merepresentasikan tujuan al-Qur’an yang berorientasi pada iṣlāḥ al-fard, iṣlāḥ al-mujtama‘, dan iṣlāḥ al-‘ālam, serta berkaitan dengan konsep ḥifẓ al-bī’ah sebagai bagian dari pengembangan maqāṣid al-syarī‘ah kontemporer. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa penafsiran kedua ayat tersebut memiliki relevansi yang kuat terhadap etika mountaineering, terutama dalam mendorong kesadaran ekologis, mencegah kerusakan lingkungan, menjaga kelestarian ekosistem pegunungan, dan meneguhkan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dengan demikian, aktivitas pendakian tidak hanya bernilai rekreatif, tetapi juga mengandung dimensi etis dan ekologis yang sejalan dengan tujuan al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pelestarian alam; tafsīr maqāṣidī; Abdul Mustaqim; etika mountaineering | ||||||||
| Subjects: | Agama Kebersihan Al Qur'an |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Ahmad Majdi Thoriq Abuwidad | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 03:52 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 03:52 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94520 |
