Badroni, Achmad (2026) Tinjauan maqāṣid al-sharī'ah terhadap mitos banyak anak banyak rezeki: studi kasus di Desa Banjaragung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.
Achmad Badroni_05010122001.pdf
Download (2MB)
Achmad Badroni_05010122001_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.
Download (2MB)
Abstract
Keyakinan banyak anak banyak rezeki masih berkembang di Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terbentuk dari perpaduan nilai budaya turun-temurun dan pemahaman keagamaan bahwa setiap anak telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Dalam praktiknya, keyakinan ini tidak selalu diimbangi kesiapan ekonomi dan tanggung jawab pengasuhan yang optimal sehingga berpotensi menimbulkan mafsadat dalam pemenuhan hak-hak dasar anak. Oleh karena itu, perlu dikaji bagaimana pandangan masyarakat Desa Banjaragung terhadap konsep tersebut dan bagaimana tinjauan maqāṣid al-sharī'ah terhadap pandangan masyarakat tentang mitos banyak anak banyak rezeki. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum Islam. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat informan utama dan dua informan pendukung berupa bidan desa dan tokoh masyarakat. Data sekunder bersumber dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan kerangka maqāṣid al-sharī'ah. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pandangan masyarakat terbagi dalam tiga corak yaitu kepercayaan aktif-reflektif, pasif-normatif, dan fluktuatif, yang dipengaruhi faktor budaya, pemahaman keagamaan, dan tingkat pendidikan. Kedua, tinjauan maqāṣid al-sharī'ah menunjukkan bahwa ungkapan tersebut bersifat kondisional, selaras dengan ḥifẓ al-nafs apabila didukung kesiapan ekonomi dan akses kesehatan, selaras dengan ḥifẓ al-nasl apabila hak anak atas pendidikan dan pengasuhan terpenuhi, selaras dengan ḥifẓ al-māl apabila disertai pengelolaan ekonomi yang bertanggung jawab, namun bermasalah dari aspek ḥifẓ al-dīn karena pemahaman masyarakat yang cenderung parsial, serta dari aspek ḥifẓ al-'aql karena keyakinan ini kerap dipegang tanpa refleksi kritis yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada masyarakat khususnya keluarga muda agar menjadikan ungkapan ini sebagai motivasi untuk bersikap aktif dan bertanggung jawab, bukan sebagai keyakinan yang pasif. Kepada tokoh agama disarankan agar tidak hanya menekankan anjuran memperbanyak keturunan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang tanggung jawab yang menyertainya melalui pendekatan maqāṣid al-sharī'ah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ekonomi; maqāṣid al-sharī'ah | ||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Masyarakat Keluarga > Keluarga - Anak |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Achmad Badroni | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 00:58 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 00:58 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94564 |
