Amiruddin, Amiruddin (2026) Madrasah krisis siswa: Analisis modal sosial lembaga pendidikan Islam sepi peminat di Sumenep. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Amiruddin_01050422026.pdf
Download (10MB)
Amiruddin_01050422026_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.
Download (10MB)
Abstract
Madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Sumenep menghadapi persoalan yang mengherankan karena berada di tengah masyarakat Muslim yang memiliki tradisi keislaman sangat kuat, namun justru mengalami penurunan jumlah siswa yang terus berlanjut bahkan hingga titik penutupan. Penjelasan berbasis kualitas akademik dan persaingan eksternal tidak memadai karena beberapa madrasah yang mengalami krisis beroperasi di lingkungan yang sama dengan madrasah lain yang tidak mengalami masalah serupa. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang bekerja pada lapisan yang lebih dalam, yaitu pada lapisan hubungan sosial antara madrasah dan komunitas yang menopangnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap dinamika kelembagaan madrasah yang mengalami krisis siswa, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah, karakteristik jaringan sosial yang dimiliki madrasah, dan keselarasan norma serta nilai madrasah dengan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus terhadap empat Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Sumenep yang sama-sama mengalami krisis siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lebih dari lima puluh informan yang mencakup kepala madrasah, guru, wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat pemerintah desa, dan Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, dilengkapi dengan observasi lapangan dan studi dokumentasi. Kerangka analisis utama yang digunakan adalah teori modal sosial Robert Putnam yang mencakup tiga elemen yaitu jaringan sosial, kepercayaan, dan norma, yang dioperasionalkan secara integratif untuk membaca dinamika hubungan antara madrasah dan komunitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis yang dialami keempat madrasah tidak bersumber dari faktor eksternal melainkan dari kegagalan internal dalam mewariskan modal sosial yang selama ini menjadi fondasi eksistensi madrasah. Modal sosial yang dibangun para pendiri bersifat terikat pada figur kiai sehingga ketika figur tersebut tiada, kepercayaan masyarakat, jaringan dukungan, dan keselarasan norma yang menopang madrasah ikut melemah secara beruntun. Kepercayaan masyarakat bersifat selektif dan erosinya berlangsung secara senyap sesuai norma komunikasi budaya Madura, sehingga madrasah kehilangan kepercayaan jauh sebelum sempat menyadarinya. Secara teoretis, penelitian ini menghasilkan tiga kontribusi utama yaitu konsep modal sosial terikat figur, konsep modal sosial keagamaan, dan Teori Krisis Sosial Madrasah yang memetakan pola domino delapan tahap dari kegagalan suksesi kepemimpinan hingga kolaps kelembagaan sebagai kerangka untuk memahami, memprediksi, dan mencegah krisis pada institusi pendidikan Islam.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Modal sosial madrasah; krisis kelembagaan; kepercayaan masyarakatl; modal sosial keagamaan; teori krisis sosial madrasah | ||||||||||||
| Subjects: | Kepala Sekolah Pendidikan Islam > Pendidikan Islam - Manajemen Kepemimpinan |
||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Amiruddin Amiruddin | ||||||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:50 | ||||||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:50 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94567 |
