Maula, Zakiyana Afazani Al (2026) Kesabaran sebagai jalan keseimbangan jiwa dalam penafsiran al-Baqarah (2): 153 perspektif psikologi sufi Robert Frager. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Zakiyana Afazani Al Maula_02040524044.pdf
Download (2MB)
Zakiyana Afazani Al Maula_02040524044_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2029.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya krisis mental dan kecemasan eksistensial masyarakat modern akibat cara pandang terhadap doktrin kesabaran yang sering kali dipahami secara pasif-fatalistik, sehingga diperlukan rekonstruksi interdisipliner yang mendudukkan teks keagamaan sebagai formula kesehatan mental yang aktif. Penelitian berjudul “Kesabaran Sebagai Jalan Keseimbangan Jiwa Dalam Penafsiran Q.S. Al-Baqarah (2): 153 Perspektif Psikologi Sufi Robert Frager” ini bertujuan untuk mengurai konsep kesabaran dalam Q.S. Al-Baqarah (2): 153 melalui pendekatan tafsir sufi, serta merekonstruksinya ke dalam indikator psikospiritual perspektif psikologi sufi Robert Frager guna menemukan formulasi keseimbangan jiwa (tawāzun an-nafs). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī) yang diintegrasikan dengan psikologi sufi melalui metode analisis deskriptif-interpretatif. Sumber primer penelitian meliputi kitab-kitab tafsir klasik, kontemporer, serta literatur tafsir sufi, di mana data penafsiran ayat dianalisis menggunakan pisau analisis tiga tahap transformasi Robert Frager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi (munasabat) makna antar-klausa dalam ayat tersebut meletakkan kesabaran sebagai instrumen regulasi batin yang aktif (perseverance) berdampingan dengan ritus shalat demi meraih ma’iyyah khāshshah (kebersamaan khusus Allah) yang bermanifestasi pada ketenteraman psikologis yang mutlak. Dari sudut pandang tafsir dan psikologi sufi, klausa-klausa tersebut merepresentasikan tiga tahapan transformasi yang linear, di mana panggilan iman memicu awareness (kesadaran diri) pada hantaman pertama ujian, perintah sabar-shalat mengaktivasi surrender (penyerahan diri aktif) untuk meregulasi fluktuasi nafs al-lawwāmah, dan muara ma'iyyatullāh mengantarkan hamba pada tahap unity (keselarasan eksistensial) menuju kematangan tingkat nafs al-mutma'innah sebagai fondasi utama lahirnya keseimbangan jiwa. Secara teoretis, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian integratif antara al-Qur’an, tasawuf, dan psikologi agar menghasilkan formulasi keilmuan yang lebih komprehensif dan kontektual.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kesabaran; keseimbangan jiwa; Q.S. al-Baqarah (2): 153; psikologi sufi; Robert Frager | ||||||||||||
| Subjects: | Psikologi Islam Al Qur'an Tafsir > Tafsir Al Qur'an Spiritualisme |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Zakiyana Afazani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 07:17 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Aug 2026 07:17 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94667 |
