Ma'arif, M. Jauharul (2026) Pendidikan holistik anak jalanan dalam konstruksi PP Tarbiyatul Ulum Tuban dan PP Salafiyah Manba'ul Ulum Bojonegoro: tinjauan integrasi dimensi spiritual, sosial dan budaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
M. Jauharul Ma'arif_01040420006 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 September 2029.
Download (7MB)
M. Jauharul Ma'arif_01040420006.pdf
Download (7MB)
Abstract
Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai permasalahan pendidikan, sosial, dan budaya yang berpotensi menghambat perkembangan dirinya secara optimal. Pendekatan pendidikan yang berorientasi pada aspek akademik semata belum memadai untuk menjawab kompleksitas kebutuhan mereka. Diperlukan model pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh dimensi kemanusiaan secara terpadu. Dalam konteks tersebut, pesantren memiliki karakteristik pendidikan yang memungkinkan integrasi nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam proses pembentukan kepribadian anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pendidikan holistik anak jalanan di PP Tarbiyatul Ulum Tuban dan PP Salafiyah Manba’ul Ulum Bojonegoro melalui integrasi dimensi spiritual, sosial, dan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan desain studi kasus multisitus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh pesantren, ustaz, pengelola program, dan anak jalanan binaan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan lintas situs untuk menemukan makna dan pola Pendidikan holistik yang berkembang pada kedua pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik anak jalanan di kedua pesantren dikonstruksi melalui integrasi tiga dimensi utama. Dimensi spiritual diwujudkan melalui pembiasaan ibadah, pembelajaran agama, pembinaan akhlak, dan keteladanan yang membentuk kesadaran transendental. Dimensi sosial dikembangkan melalui kehidupan kolektif pesantren yang menanamkan nilai empati, solidaritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dimensi budaya diwujudkan melalui internalisasi tradisi pesantren, pelestarian budaya lokal, penguatan kearifan lokal, dan pembentukan identitas diri yang positif. Integrasi ketiga dimensi tersebut menghasilkan transformasi diri yang ditandai oleh peningkatan religiositas, kemampuan interaksi sosial, kemandirian, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan konstruksi pendidikan holistik anak jalanan berbasis pesantren yang menempatkan dimensi spiritual sebagai fondasi nilai, dimensi sosial sebagai ruang pengembangan relasi kemanusiaan, dan dimensi budaya sebagai media pembentukan identitas serta keberlanjutan nilai. Konstruksi tersebut memperkaya khazanah pendidikan Islam mengenai pendidikan holistik sekaligus menawarkan model pemberdayaan anak jalanan yang integratif dan kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan holistik; anak jalanan; pondok pesantren; dimensi spiritual; sosial dan budaya | ||||||||||||
| Subjects: | Pesantren Anak Jalanan Budaya |
||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | M. Jauharul Ma'arif | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 08:31 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Sep 2026 08:31 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94669 |
