Syariffuddin, Miftah (2026) Tinjauan hukum Islam atas jual beli ikan dengan penentuan harga pasca penjualan: studi kasus Desa Karangwedoro Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Miftah Syariffuddin_05040222125 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 September 2029.
Download (1MB)
Miftah Syariffuddin_05040222125.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik jual beli ikan dengan penentuan harga pasca penjualan yang terjadi di Desa Karangwedoro, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Praktik tersebut dilakukan dengan cara penjual menyerahkan ikan kepada tengkulak tanpa adanya kesepakatan harga yang jelas pada saat akad berlangsung. Harga ikan baru ditentukan setelah ikan tersebut dijual kembali oleh tengkulak di pasar. Kondisi ini menimbulkan adanya ketidakjelasan harga dalam transaksi jual beli yang dilakukan antara penjual dan tengkulak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui praktik jual beli ikan dengan penentuan harga pasca penjualan serta tinjauannya menurut perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan penjual ikan dan tengkulak di Desa Karangwedoro, serta didukung dengan dokumentasi dan studi pustaka yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum Islam yang berfokus pada kajian fiqh muamalah terkait praktik jual beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual menyerahkan ikan kepada tengkulak tanpa mengetahui harga pada saat akad berlangsung. Harga ikan baru ditentukan setelah ikan terjual di pasar oleh tengkulak. Penjual tidak mengetahui secara pasti harga ikan yang dijual di pasar dan hanya menerima hasil akhir yang disampaikan oleh tengkulak. Kondisi tersebut menyebabkan harga (tsaman) tidak diketahui secara jelas pada saat akad dilakukan. Akibatnya, dalam praktik jual beli tersebut terdapat unsur gharar yang timbul dari ketidakjelasan harga pada saat akad berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian, penjual dan tengkulak sebaiknya lebih memperhatikan kejelasan harga dalam pelaksanaan transaksi jual beli ikan. Kesepakatan harga perlu dilakukan sejak awal akad agar para pihak mengetahui secara pasti hak dan kewajibannya masing-masing. Selain itu, informasi mengenai harga jual ikan di pasar perlu disampaikan secara terbuka kepada penjual. Kejelasan harga dalam transaksi dapat mengurangi terjadinya ketidakjelasan yang berpotensi menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Dengan demikian, praktik jual beli ikan dapat berlangsung dengan lebih baik dan memberikan kepastian bagi para pihak yang bertransaksi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; jual beli; ikan; penentuan harga | ||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Ikan Jual Beli |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Miftah Syariffuddin | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 04:25 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Sep 2026 04:25 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94690 |
