Narasi keagamaan pendakwah dalam perspektif qirā’ah mubādalah : studi di Kabupaten Bondowoso

Hermawati, Yuli (2026) Narasi keagamaan pendakwah dalam perspektif qirā’ah mubādalah : studi di Kabupaten Bondowoso. Masters thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Yuli Hermawati_02240724021.pdf] Text
Yuli Hermawati_02240724021.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Yuli Hermawati_02240724021_Full.pdf] Text
Yuli Hermawati_02240724021_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.

Download (3MB)

Abstract

Narasi dakwah tentang relasi laki-laki dan perempuan di Indonesia kerap menempatkan perempuan sebagai objek nasihat, bukan subjek yang setara. Persoalan ketimpangan gender ini tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga bagian dari komitmen global yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang kesetaraan gender dan SDG 16 tentang perdamaian serta keadilan. Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi agenda tersebut memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga negara, termasuk perempuan, terlindungi dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan. Kondisi ini diperparah oleh dominasi tradisi penafsiran yang androsentris dalam kitab-kitab rujukan klasik, yang pada gilirannya melegitimasi praktik-praktik diskriminatif terhadap perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, pesan-pesan al-Qur'an dan hadis yang sesungguhnya bersifat resiprokal kerap disampaikan secara sepihak kepada perempuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi mengkaji apakah narasi keagamaan para pendakwah di Bondowoso sudah mencerminkan prinsip-prinsip kesalingan sebagaimana ditawarkan oleh qirā'ah mubādalah. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana prinsip-prinsip qirā'ah mubādalah dalam narasi keagamaan pendakwah di Bondowoso; (2) bagaimana implementasi narasi keagamaan berbasis qirā'ah mubādalah pada pendakwah di Bondowoso; dan (3) apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian interpretatif-konstruktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam pendakwah, observasi partisipatif pada forum dakwah tatap muka, dan analisis dokumen terhadap konten ceramah serta media sosial para informan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan dua kerangka teori secara integratif: Qirā'ah Mubādalah (Faqihuddin Abdul Kodir) sebagai alat ukur normatif dan Feminist Standpoint Theory (Harding, Hartsock, Collins) sebagai kerangka sosiologis-epistemologis. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, ketiga prinsip qirā'ah mubādalah, kesetaraan posisi, kesalingan relasi, dan keterbukaan penafsiran, terbukti hadir dalam narasi keagamaan seluruh enam informan lintas tradisi NU, habaib, akademisi, dan alumni Al-Azhar Muhammadiyah, meskipun dengan kadar eksplisitas yang berbeda-beda. Kedua, implementasi mubādalah berlangsung melalui lima wujud: narasi relasi suami-istri yang resiprokal, penafsiran ayat-ayat gender secara kontekstual, penciptaan ruang inklusif bagi perempuan, strategi komunikasi adaptif, dan perluasan narasi melalui platform digital. Forum walimatul 'ursy secara konsisten ditemukan sebagai ruang paling strategis bagi seluruh informan. Ketiga, faktor pendukung utama implementasi adalah ketersediaan teks al-Qur'an dan hadis yang intrinsik bersifat resiprokal, jaringan KUPI dan LAKPESDAM, serta platform digital. Faktor penghambat utama adalah dominasi tradisi penafsiran yang bias patriarki dalam kitab-kitab klasik dan tekanan sosial "takut tidak diundang lagi" yang membungkam potensi transformasi narasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai mubādalah sudah hidup dalam ekosistem dakwah Bondowoso melampaui kelompok yang secara formal mengenal terminologinya. Dalam perspektif Feminist Standpoint Theory, seluruh informan laki-laki terbukti mampu mengembangkan standpoint yang berpihak pada keadilan gender melalui refleksi kritis masing-masing, mengkonfirmasi tesis Sandra Harding bahwa standpoint adalah capaian intelektual, bukan identitas bawaan berdasarkan jenis kelamin biologis.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Hermawati, Yuli Insancendikiawanyoucan@gmail.com 02240724021
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Nurdin, Ali ali.nurdin@uinsby.ac.id 2002067101
Thesis advisor Zuhriah, Luluk Fikri elfikrizz@yahoo.com 2004126901
Uncontrolled Keywords: Qirā'ah mubādalah; narasi keagamaan; pendakwah; keadilan gender; Bondowoso; narasi keagamaan; pendakwah; keadilan gender; Bondowoso
Subjects: Gender
Islam
Divisions: Program Magister > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Yuli Yuli Hernawati
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:26
Last Modified: 12 Aug 2026 07:26
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94799

Actions (login required)

View Item
View Item