Fauzi, Abdulloh Umar (2026) Fenomena sekularisasi alam: analisis ma’na cum maghza terhadap ayat-ayat ekoteologi. Masters thesis, Universitas Islam negeri Sunan Ampel Surabaya.
Abdulloh Umar Fauzi_02240524001.pdf
Download (1MB)
Abdulloh Umar Fauzi_02240524001_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2029.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena sekularisasi alam dalam al-Qur’an melalui studi penafsiran ayat-ayat ekoteologi dengan menggunakan analisis pendekatan ma’na cum maghza sebagai kerangka analisis. Sekularisasi alam disini menggambarkan proses historis dan sistematis hilangnya dimensi sakral dalam cara manusia memandang dan memperlakukan alam yang berpadu dengan ayat-ayat ekoteologi dan ma’na cum maghza sebagai jembatan titik tolak kajian serta mempresentasikan dinamika era modern-kontemporer saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan tafsir tematik yang didialogkan dengan kerangka ma’na cum maghza. Data primer bersumber dari ayat-ayat al-Qur’an pada QS. Al-Isra’ (17): 44, QS. Al-A’raf (7): 56, QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77, dan QS. Al-Rum (30): 41, sedangkan sumber data sekunder mencakup kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, meliputi Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya al-Tabari, al-Qur’an al-Azim karya Ibn Kathir, Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubi, Mafatiḥ al-Ghayb karya al-Razi, Al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibn ‘Asyur, Fi Ẓilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb, dan Tafsir Al-Miṣbaḥ karya M. Quraish Shihab, ditambah karya-karya ekoteologi Islam serta literatur teori sekularisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat ayat ekoteologi secara bersama-sama membangun respons teologis yang utuh dan komprehensif terhadap fenomena sekularisasi alam. Alam memiliki sakralitas inheren yang tidak dapat dinafikan oleh paradigma modern (QS. Al-Isra’), manusia dilarang merusak tatanan alam yang telah Allah sempurnakan (QS. Al-A’raf), pemanfaatan alam harus senantiasa berada dalam kerangka amanah dan tanggung jawab transendental (QS. Al-Qasas), dan kerusakan ekologis adalah konsekuensi langsung dari keterputusan manusia dari dimensi spiritual alam (QS. Al-Rum). Maghza yang berhasil diekstraksi dari keempat ayat ini merupakan prinsip-prinsip teologis universal yang secara langsung menantang asumsi-asumsi dasar sekularisasi alam. Temuan ini diharapkan berkontribusi bagi pengembangan studi ilmu al-Qur’an dan tafsir, khususnya tafsir tematik ekoteologi, serta bagi wacana ekoteologi Islam dalam merumuskan landasan normatif yang kokoh untuk rekonstruksi kesadaran sakral manusia terhadap alam di tengah krisis ekologis kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sekularisasi alam; ekoteologi Islam; ma’na cum maghza; ayat-ayat teologi; tafsir tematik | ||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Ekologi Linguistik |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Abdulloh Umar Fauzi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 01:07 | ||||||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 01:07 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94844 |
