Analisis maqāṣid al-sharī‘ah terhadap penempatan anak yatim/piatu: studi kasus di Panti Asuhan Sabilillah an Nahdliyah, Sidoarjo

Fa'iq, Muhammad Nazhir Al (2026) Analisis maqāṣid al-sharī‘ah terhadap penempatan anak yatim/piatu: studi kasus di Panti Asuhan Sabilillah an Nahdliyah, Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Muhammad Nazhir Al Fa'iq_05040122140.pdf] Text
Muhammad Nazhir Al Fa'iq_05040122140.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Muhammad Nazhir Al Fa'iq_05040122140_Full.pdf] Text
Muhammad Nazhir Al Fa'iq_05040122140_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini membahas praktik penempatan anak yatim/piatu yang masih memiliki salah satu orang tua di Panti Asuhan Sabilillah An Nahdliyah serta analisisnya dalam perspektif maqāṣid al-sharī‘ah. Permasalahan penelitian difokuskan pada dua hal, yaitu: bagaimana praktik penempatan anak yatim/piatu yang masih memiliki salah satu orang tua di panti asuhan tersebut, dan bagaimana analisis maqāṣid al-sharī‘ah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pengalihan pengasuhan anak ke lembaga sosial meskipun salah satu orang tua masih hidup, yang berpotensi menimbulkan persoalan terhadap pemenuhan hak anak, tanggung jawab orang tua, serta perlindungan kesejahteraan anak secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan normatif-empiris. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus panti, anak asuh, serta orang tua atau wali anak. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perlindungan Anak, buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menelaah fakta lapangan berdasarkan prinsip-prinsip maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, ḥifẓ al-nasl, dan ḥifẓ al-māl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan anak di panti asuhan umumnya dilatarbelakangi oleh 1) keterbatasan ekonomi, 2) kondisi keluarga yang tidak stabil, 3) ketidakmampuan orang tua dalam menjalankan pengasuhan secara optimal. Dalam praktiknya, panti asuhan telah berupaya memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti tempat tinggal, pendidikan, pembinaan agama, dan perlindungan sosial. Namun demikian, masih ditemukan keterlibatan orang tua, hubungan emosional anak dengan keluarga, dan potensi berkurangnya tanggung jawab pengasuhan dari orang tua yang masih hidup. Dalam perspektif maqāṣid al-sharī‘ah, penempatan anak di panti asuhan dapat dibenarkan apabila benar-benar bertujuan mewujudkan kemaslahatan anak, tetapi harus tetap menjaga hak anak atas kasih sayang, pendidikan, perlindungan jiwa, hubungan keluarga, serta hak-hak ekonominya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar orang tua tetap menjalankan tanggung jawab pengasuhan meskipun anak berada di panti asuhan, khususnya dalam aspek perhatian, komunikasi, dan dukungan moral maupun finansial. Pihak panti juga perlu memperkuat sistem pengasuhan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak serta menjaga hubungan anak dengan keluarga. Dengan demikian, penempatan anak di panti asuhan dapat benar-benar menjadi solusi alternatif yang selaras dengan tujuan maqāṣid al-sharī‘ah dan menjamin kemaslahatan anak secara utuh.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Fa'iq, Muhammad Nazhir Al mnazhiralfaiq881@gmail.com 05040122140
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Malik, Arif Jamaluddin arif.jamaluddin@uinsa.ac.id 2006117202
Uncontrolled Keywords: Maqāṣid al-sharī‘ah; penempatan anak yatim/piatu; panti asuhan
Subjects: Anak
Hukum Islam
Panti Asuhan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Muhammad Nazhir Al Fa'iq
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:37
Last Modified: 12 Aug 2026 07:37
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95090

Actions (login required)

View Item
View Item