Analisis pengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator indeks pembangunan manusia menggunakan K – Medoids Clustering

Nugroho, Helen Aulia (2026) Analisis pengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator indeks pembangunan manusia menggunakan K – Medoids Clustering. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Helen Aulia Nugroho_08010122007.pdf] Text
Helen Aulia Nugroho_08010122007.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Helen Aulia Nugroho_08010122007_Full.pdf] Text
Helen Aulia Nugroho_08010122007_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.

Download (2MB)

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Meskipun Provinsi Jawa Timur memiliki nilai IPM sebesar 76,13 pada tahun 2025 yang berada di atas rata-rata nasional, masih terdapat kesenjangan pembangunan manusia antar kabupaten/kota. Perbedaan kondisi sosial ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan tingkat kesejahteraan masyarakat menyebabkan karakteristik pembangunan manusia di setiap wilayah tidak sama. Oleh karena itu, diperlukan pengelompokan wilayah berdasarkan indikator pembentuk IPM untuk mengidentifikasi karakteristik daerah dan mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah klaster optimal kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator pembentuk IPM tahun 2025, menganalisis karakteristik masing-masing klaster, serta mengkaji implikasi hasil pengelompokan terhadap prioritas pembangunan daerah. Metode yang digunakan adalah K-Medoids Cluster dengan variabel berupa Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran Riil Per Kapita yang Disesuaikan (PPP). Penentuan jumlah klaster optimal dilakukan menggunakan metode Silhouette Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal yang terbentuk adalah dua klaster. Klaster 1 terdiri atas 27 kabupaten yang memiliki rata-rata IPM sebesar 73,5 dengan karakteristik capaian pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang relatif lebih rendah. Sementara itu, Klaster 2 terdiri atas 11 wilayah yang didominasi daerah perkotaan dan kawasan penyangga metropolitan dengan rata-rata IPM sebesar 82,3 serta memiliki capaian indikator pembangunan manusia yang lebih tinggi. Perbedaan karakteristik tersebut menunjukkan adanya kesenjangan pembangunan manusia antara wilayah kabupaten dan wilayah perkotaan di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian, pemerintah daerah disarankan untuk menjadikan hasil klasterisasi sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terarah. Prioritas pembangunan pada Klaster 1 perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, sedangkan Klaster 2 diarahkan pada penguatan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi berbasis teknologi dan pengetahuan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel sosial ekonomi lainnya dan membandingkan hasil dengan metode klasterisasi yang berbeda agar diperoleh gambaran pembangunan wilayah yang lebih komprehensif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Nugroho, Helen Aulia helenaulianugroho@gmail.com 08010122007
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Kafabih, Abdullah abdullahkafabih@uinsa.ac.id 2007089103
Uncontrolled Keywords: Indeks pembangunan manusia; K-Medoids; klasterisasi; pembangunan daerah; Jawa Timur
Subjects: Ekonomi
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Helen Aulia Nugroho
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:53
Last Modified: 12 Aug 2026 07:53
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95114

Actions (login required)

View Item
View Item