Wafiah, Anisah Kholifatul (2026) Peran organisasi Pemuda Peduli Lingkungan Asri Dan Bersih (Pepelingasih) dalam upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Anisah Kholifatul Wafiah_10020322037.pdf
Download (1MB)
Anisah Kholifatul Wafiah_10020322037_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.
Download (1MB)
Abstract
Organisasi Pepelingasih (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) merupakan organisasi kepemudaan yang aktif bergerak dalam upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Sidoarjo. Keberadaan organisasi ini menjadi penting mengingat Kabupaten Sidoarjo menghadapi berbagai permasalahan lingkungan akibat tingginya tingkat urbanisasi dan industrialisasi, mulai dari penumpukan sampah, pencemaran sungai, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran Organisasi Pepelingasih dalam upaya pelestarian lingkungan, mendeskripsikan program yang dijalankan, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi organisasi dalam melaksanakan kegiatannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus inti dan anggota aktif yang terlibat dalam kegiatan Pepelingasih. Analisis penelitian menggunakan teori struktural fungsionalisme Talcott Parsons melalui kerangka AGIL, yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pepelingasih menjalankan tiga peran utama, yaitu Pertama, sebagai penggerak pemuda dalam pelestarian lingkungan. Kedua, sebagai fasilitator masyarakat. Ketiga, sebagai mediator dalam membangun kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Program yang dijalankan mencakup lima bidang, yaitu Pertama, Program Internal Upgrading dan Harmonisasi dalam dinamika sosial organisasi. Kedua, aksi lingkungan melalui Green Heroes dan Clean Up. Ketiga, edukasi lingkungan melalui Green School dan penyuluhan kepada masyarakat umum. Keempat, advokasi dan sinergi melalui Green Talk bersama DLHK dan Jihat Rawat Kali bersama Pemerintah Kabupaten. Kelima, kaderisasi melalui Pemilihan Duta dan Pepelingasih on Duty. Ditinjau dari kerangka AGIL, Pertama, fungsi adaptasi berjalan melalui penyesuaian program dengan permasalahan lingkungan yang berkembang di lapangan. Kedua, fungsi pencapaian tujuan tercermin dari kejelasan visi organisasi dan pelaksanaan program secara terstruktur. Ketiga, fungsi integrasi dijalankan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan. Keempat, fungsi latency diwujudkan melalui edukasi lingkungan yang berkelanjutan untuk menanamkan nilai kepedulian ekologis. Keempat fungsi tersebut berjalan secara relatif fungsional, meskipun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya keuangan, sarana prasarana, serta masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pepelingasih; peran organisasi; pelestarian lingkungan; struktural fungsionalisme; AGIL | ||||||||
| Subjects: | Sosiologi | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||||
| Depositing User: | Anisah Kholifatul Wafiah | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 04:23 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 04:23 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95139 |
