Sihfitrianto, Prabasiwi Madianingratri (2026) Analisis hukum Islam terhadap kelalaian orang tua untuk memenuhi kewajiban terhadap anaknya di Panti Asuhan Masyithoh Sidoarjo dalam perspektif maqasid as-syari’ah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Prabasiwi Madianingratri Sihfitrianto_C91219140.pdf
Download (3MB)
Prabasiwi Madianingratri Sihfitrianto_C91219140_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2029.
Download (3MB)
Abstract
Latar belakang penelitan ini bertumpu pada sebuah dinamika sosial di mana sejumlah anak asuh tetap tinggal di Panti Asuhan Masyithoh Kabupaten Sidoarjo, sekalipun status orang tua kandung atau orang tua tunggal mereka diketahui masih hidup. Penelitian ini berfokus pada bentuk dan faktor yang menyebabkan orang tua lalai dalam memenuhi tanggung jawab terhadap anak di Panti Asuhan Masyithoh Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini juga menganalisis kelalaian orang tua dalam memenuhi tanggung jawab terhadap anak di Panti Asuhan Masyithoh Kabupaten Sidoarjo dalam perspektif Maqasid Syariah. Kajian ini didesain sebagai penelitian hukum empiris yang menerapkan metode pendekatan yuridis sosiologis, yakni sebuah model kajian yang menempatkan hukum sebagai pola perilaku nyata yang bernafas di tengah kehidupan publik (law in action). Proses penggalian data bertempat di Panti Asuhan Masyithoh Kabupaten Sidoarjo dengan mengandalkan data primer yang bersumber dari teknik interviu bersama anak asuh yang memiliki orang tua dan pengelola lembaga sosial bersangkutan sebagai informan penunjang. Temuan lapangan membuktikan bahwa manifestasi pengabaian orang tua terhadap anak di Panti Asuhan Masyithoh Kabupaten Sidoarjo mencakup beberapa aspek krusial. Poin-poin tersebut meliputi kemacetan pasokan dana belanja anak secara berkala, rendahnya andil dalam manajemen pengasuhan (hadhanah), tidak adanya komunikasi, serta ketiadaan kontribusi orang tua pada kegiatan edukasi dan pertumbuhan anak. Ditinjau dari kacamata hukum Islam, fenomena kemunduran peran ini dapat diklasifikasikan sebagai tindakan tafrīṭ atau pelepasan tanggung jawab atas amanah keturunan, sebab beban syar'i untuk mencukupi hak anak sejatinya tidak pernah gugur walaupun anak telah ditampung oleh panti asuhan. Jika dibedah menggunakan kacamata maqāṣid al-syarī'ah, kelalaian ini berkolerasi langsung dengan tidak tercapainya esensi kemaslahatan syariat, terutama pada aspek perlindungan terhadap kelangsungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan pemeliharaan nasab keturunan (ḥifẓ al-nasl). Berdasarkan riset ini, direkomendasikan agar para orang tua senantiasa memegang teguh komitmen pengasuhan mereka secara penuh meskipun anak berada di bawah atap panti asuhan, baik melalui sokongan dana harian, komunikasi dengan anak, maupun keterlibatan aktif pada proses tumbuh kembang anak. Jajaran pengelola panti asuhan disarankan untuk terus meningkatkan akurasi basis data keluarga untuk mempererat pola komunikasi dengan wali anak demi menjamin bahwa hak anak tidak terabaikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; kelalaian orang tua; hadhanah; nafkah anak; panti asuhan | ||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Panti Asuhan Orang tua dan Anak |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Prabasiwi Madianingratri Sihfitrianto | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 03:58 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 03:58 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95498 |
