Pemenuhan kewajiban nafkah suami sebagai tahanan di Rutan Surabaya dan Magetan perspektif Hukum Islam

Ramadhani, Ika Fitria (2026) Pemenuhan kewajiban nafkah suami sebagai tahanan di Rutan Surabaya dan Magetan perspektif Hukum Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Ika Fitria Ramadhani_05040122121 OK.pdf] Text
Ika Fitria Ramadhani_05040122121 OK.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Ika Fitria Ramadhani_05040122121 Full.pdf] Text
Ika Fitria Ramadhani_05040122121 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 September 2029.

Download (3MB)

Abstract

Pemenuhan nafkah suami berstatus tahanan tidak dapat terpenuhi secara maksimal akibat keterbatasan selama penahananan. Fenomena yang terjadi menunjukkan perbedaan pemenuhan nafkah antara rutan Surabaya dan Magetan baik nafkah lahir maupun batin yang dipengaruhi oleh kesempatan kerja, dukungan keluarga dan kondisi ekonomi masing-masing tahanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian membahas pelaksanaan pemenuhan nafkah suami tahanan di Rutan Surabaya dan Magetan serta dianalisis menggunakan perspektif hukum Islam khususnya fikih dan KHI Penelitian ini termasuk penelitian hukum empiris yang menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap tahanan, istri tahanan, dan petugas rutan, serta diperkuat dengan dokumentasi dan observasi secara langsung di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan metode komparatif untuk membandingkan pelaksanaan pemenuhan nafkah suami yang berstatus tahanan di Rutan Surabaya dan Rutan Magetan. Selanjutnya, hasil penelitian dikaji berdasarkan perspektif hukum Islam, khususnya fikih dan KHI. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemenuhan nafkah suami yang berstatus tahanan di Rutan Surabaya dan Rutan Magetan belum dapat dilakukan secara optimal, tetapi pada dasarnya masih sesuai dengan hukum Islam karena suami tetap berusaha melaksanakan kewajibannya berdasarkan kemampuan yang dimiliki selama menjalani masa penahanan. Di Rutan Surabaya, beberapa suami masih mampu memenuhi nafkah lahir berupa kebutuhan pangan melalui pekerjaan di dalam rutan dengan bantuan dan dukungan keluarga, sedangkan kebutuhan tempat tinggal tetap terpenuhi dari rumah yang telah dimiliki sebelum ditahan. Berbeda dengan Rutan Magetan, pemenuhan nafkah lahir cenderung lebih terbatas dan umumnya hanya berupa tempat tinggal yang telah tersedia sebelum masa penahanan, sementara kebutuhan lainnya lebih banyak dipenuhi oleh keluarga karena tidak tersedianya program kerja produktif bagi tahanan. Adapun nafkah batin di kedua rutan masih dapat diberikan dalam bentuk komunikasi dan perhatian kasih sayang, namun hubungan biologis tidak dapat dilaksanakan selama masa penahanan. Dari hasil penelitian di atas, maka: pasangan suami istri diharapkan tetap enjaga komunikasi, dukungan emosional, dan menjalankan kewajiban rumah tangga sesuai kemampuan selama masa penahanan. Pihak rutan diharapkan dapat mengembangkan program pembinaan, menyediakan pelatihan keterampilan, serta meningkatkan fasilitas komunikasi bagi warga binaan agar tetap dapat berkontribusi terhadap kebutuhan keluarga. Selain itu, pemerintah dan pembuat kebijakan diharapkan memberikan dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi, perluasan kesempatan kerja bagi tahanan, serta layanan pendampingan sosial dan psikologis untuk membantu mengurangi dampak sosial maupun ekonomi yang dialami keluarga tahanan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Ramadhani, Ika Fitria if3954434@gmail.com 05040122121
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Ulya, Zakiyatul zakiyatululya@uinsa.ac.id 2012079001
Uncontrolled Keywords: perkawinan; Nafkah; kewajiban suami istri; narapidana
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ika ika fitria
Date Deposited: 09 Sep 2026 06:49
Last Modified: 09 Sep 2026 06:49
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95558

Actions (login required)

View Item
View Item