Anggraeni, Rieke Febrian (2020) Analisis hukum Islam terhadap praktik Laser Vagina Tightening (LVT) Di Zap Premiere Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Rieke Febrian Anggraeni_C91216122_Full.pdf
Download (1MB)
Abstract
Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan mengenai analisis hukum Islam terhadap praktik laser vagina tightening (LVT) di ZAP Premiere Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana praktik laser vagina tightening (LVT) di ZAP Premiere Tunjungan Plaza 6 Surabaya serta bagaimana analisis hukum Islam terhadap praktik laser vagina tightening (LVT) di ZAP Premiere Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui observasi atau pengamatan, serta didukung oleh dokumentasi yang berkaitan dengan objek penelitian. Sehingga metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif. Selanjutnya dianalisis dengan deskriptif dengan pola pikir deduktif, yaitu mengkaji teori yang bersifat umum terkait teori fath} adh-dhari<‘ah kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus terkait praktik laser vagina tightening (LVT) di ZAP Premiere TP 6 Surabaya menurut fath} adh-dhari<‘ah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Praktik laser vagina tightening (LVT) yang terjadi di ZAP Premiere Tunjungan Plaza 6 Surabaya merupakan perawatan dan pengobatan vagina yang dilakukan oleh dokter yang profesional dalam bidangnya yang berjenis kelamin perempuan, dan setiap tindakan yang hendak dilakukan oleh dokter akan diinformasikan kepada klien atau pasien serta tindakan LVT ini tidak memerlukan masa pemulihan yang cukup lama seperti operasi sehingga pasien merasa aman saat melakukan tindakan LVT ini. Tindakan LVT ini berbeda dengan tindakan Femilift dan Juliet Laser yang masa pemulihan relatif lebih singkat, sedangkan LVT ini memerlukan pemulihan (puasa berhubungan) selama satu minggu. Kedua, Praktik LVT di ZAP Premiere TP 6 Surabaya menurut hukum Islam dalam hal ini menggunakan metode fath} adh-dhari<‘ah, adalah: diperbolehkan melakukan LVT dengan alasan medis serta permintaan suami agar menghindari disharmonis suami istri dalam berumah tangga, dan dilarang atau tidak diperbolehkan melakukan LVT apabila hanya untuk mempercantik vagina tanpa ada keluhan yang dibenarkan dan tanpa ijin suami. Hal ini tidak terlepas dari mafsadat/mudharat yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan membuka aurat. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat direkomendasikan berupa saran: pertama, karena permasalahan ini adalah permasalahan perempuan terkait organ reproduksinya, vagina, maka disarankan dokter yang menangani ini adalah dokter perempuan dan wanita yang hendak melakukannya harus disertai alasan medis dan dibenarkan syariat, karena menyangkut dengan terbukanya aurat. Kedua, hendaknya wanita menambah informasi dan pengetahuan mengenai permasalahan yang baru yang berkaitan dengan wanita itu sendiri, dan tidak menjadikannya hal tersebut menjadi hal yang tabu
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | laser Vagina Tightening (LVT) | ||||||||
| Subjects: | Hukum Islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Rieke Febrian Anggraeni | ||||||||
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:25 | ||||||||
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:29 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95729 |
