Analisis SE Kemenag No. 05 Tahun 2022 dan Fatwa Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah 2007 terhadap Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Wage Sidoarjo

Fuady, Mohammed Zulvyqar (2026) Analisis SE Kemenag No. 05 Tahun 2022 dan Fatwa Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah 2007 terhadap Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Wage Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Mohammed Zulvyqar Fuady_05050522050.pdf] Text
Mohammed Zulvyqar Fuady_05050522050.pdf

Download (8MB)
[thumbnail of Mohammed Zulvyqar Fuady_05050522050_Full.pdf] Text
Mohammed Zulvyqar Fuady_05050522050_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 September 2029.

Download (8MB)

Abstract

Penggunaan pengeras suara luar di masjid merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki fungsi penting dalam menyampaikan azan, pemberitahuan waktu salat, dan kegiatan keagamaan kepada masyarakat. Namun, perkembangan masyarakat yang semakin heterogen memunculkan berbagai pandangan mengenai penggunaan pengeras suara luar, terutama berkaitan dengan pengaturan waktu, durasi, volume, dan jenis kegiatan yang disiarkan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya Fatwa Dār al-Iftā' al-Miṣriyyah Nomor 2281 Tahun 2007 dan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 sebagai pedoman dalam penggunaan pengeras suara masjid. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana praktik penggunaan pengeras suara luar di masjid-masjid Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dan (2) bagaimana analisis praktik tersebut berdasarkan perspektif Fatwa Dar al-Iftā' al-Miṣriyyah Nomor 2281 Tahun 2007 dan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan socio-legal. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengurus takmir dan jamaah pada empat masjid di Desa Wage, sedangkan data sekunder berasal dari Fatwa Da>r al-Iftā' al-Miṣriyyah Nomor 2281 Tahun 2007, Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022, Al-Qur'an, hadis, kitab fikih, buku, dan jurnal ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pola berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh masjid menggunakan pengeras suara luar sebagai sarana syiar Islam, namun terdapat perbedaan dalam jenis kegiatan, durasi, dan intensitas penggunaannya. Berdasarkan Fatwa Da>r al-Iftā' al-Miṣriyyah Nomor 2281 Tahun 2007, praktik penggunaan pengeras suara luar pada umumnya telah sesuai karena tidak menimbulkan gangguan dan tetap memperhatikan kemaslahatan masyarakat. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022, tingkat implementasinya belum sepenuhnya sama. Masjid Al-Ikram Diponegoro merupakan masjid yang paling sesuai dengan ketentuan surat edaran, sedangkan masjid lainnya masih menerapkan beberapa penggunaan di luar ketentuan teknis, meskipun tetap diterima oleh masyarakat. Pengurus masjid diharapkan menjadikan Fatwa Da>r al-Iftā' al-Miṣriyyah Nomor 2281 Tahun 2007 dan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 sebagai pedoman dalam penggunaan pengeras suara luar secara proporsional. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas lokasi dan objek penelitian agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Fuady, Mohammed Zulvyqar zulvyqarfuady3901@gmail.com 05050522050
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor al-Hamidy, Abu Dzarrin abudzarrin@uinsa.ac.id 2004067302
Uncontrolled Keywords: Syiar islam; pengeras suara; adzan
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: MOHAMMED ZULVYQAR FUADY
Date Deposited: 07 Sep 2026 01:13
Last Modified: 07 Sep 2026 01:13
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95750

Actions (login required)

View Item
View Item