Irawan, Mukhamad Bagus (2026) Relevansi hukum Islam terhadap aktivitas mengajar guru perempuan pada masa iddah wafat: studi kasus di Desa Ketapang Telu Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Mukhamad Bagus Irawan_05020122077.pdf
Download (3MB)
Mukhamad Bagus Irawan_05020122077_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 September 2029.
Download (3MB)
Abstract
Skripsi ini berjudul “Relevansi Hukum Islam Terhadap Aktivitas Mengajar Guru Perempuan Pada Masa Iddah Wafat (Studi Kasus di Desa Ketapang Telu Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan)”. Fenomena aktivitas mengajar guru perempuan pada masa iddah wafat yang terjadi di Desa Ketapang Telu Kabupaten Lamongan, ini menunjukkan adanya dinamika antara kewajiban menjalani masa iddah dengan realitas kehidupan sosial yang dijalani beberapa guru perempuan. Berdasarkan latar belakang tersebut, mendorong Penulis untuk mengkaji lebih lanjut melalui kajian hukum Islam, dengan dua rumusan masalah. Pertama, bagaimana pelaksanaan aktivitas mengajar guru perempuan pada masa iddah wafat di Desa Ketapang Telu Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Kedua, bagaiamana relevansi hukum Islam terhadap aktivitas mengajar guru perempuan pada masa iddah wafat di Desa Ketapang Telu Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan penelitian sosiologi hukum. Data penelitian diperoleh Penulis melalui proses wawancara kepada para Informan dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Ketapang Telu Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan terdapat tiga guru perempuan yang tetap melaksanakan aktivitas mengajar selama masa iddah wafat, yaitu Ibu TN yang mengajar di SDN Ketapang Telu I, Ibu NA yang mengajar di Madin Nurul Huda dan TPQ Tanwirul Qulub, serta Ibu K yang mengajar di Madin Nurul Huda dan MI Islamiyah. Pelaksanaan aktivitas mengajar tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing Informan, seperti Ibu TN yang kembali mengajar setelah masa cuti satu bulan berakhir, Ibu NA yang melaksanakan kegiatan mengajar dari rumah dengan keringanan dari lembaga pendidikan, serta Ibu K yang kembali mengajar setelah memperoleh cuti selama tujuh hari karena statusnya sebagai guru honorer dengan penghasilan berdasarkan jam mengajar. Aktivitas mengajar yang tetap dilakukan selama masa iddah wafat tersebut jika dilihat dari hukum Islam menurut fikih empat madzhab tetap diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Selain itu, menurut maqāṣid al-sharī‘ah aktivitas tersebut masih dalam pemenuhan tujuan suatu syariat yang meliputi lima unsur pokok atau yang disebut al-ḍarūriyāt al-khams sebagai perwujudan kemaslahatan. Setelah penelitian yang dilakukan Penulis, disarankan agar guru perempuan yang sedang menjalani masa iddah tetap memperhatikan kondisi pribadi serta menyesuaikan aktivitas mengajar dengan kebutuhan yang bersifat penting dan tetap dalam batasan yang berlaku. Selain itu, lembaga pendidikan diharapkan dapat memberikan kebijakan yang bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi guru yang sedang menjalani masa iddah, misalnya melalui fleksibilitas dalam pengaturan jadwal mengajar atau pemberian waktu istirahat yang memadai, sehingga guru tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai pendidik tanpa mengabaikan kondisi yang sedang dihadapi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; iddah Wafat; guru perempuan mengajar | ||||||||
| Subjects: | Hukum Islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Mukhamad Bagus Irawan | ||||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 01:46 | ||||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 01:46 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95773 |
